Latest Program: Menhut ungkap strategi penguatan ekosistem pasar karbon nasional

Menhut Ungkap Strategi Penguatan Ekosistem Pasar Karbon Nasional

Dalam sebuah wawancara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk memperkuat sistem pasar karbon nasional. Ia menekankan pentingnya mekanisme yang bisa diakses secara terus-menerus, bukan hanya saat target kontribusi nasional (NDC) tercapai.

Mekanisme Pasar Karbon Beroperasi Sepanjang Tahun

“Pasar karbon berjalan sepanjang tahun, sehingga perdagangan karbon dapat dilakukan tanpa harus menunggu pencapaian NDC,” ujar Menhut.

Strategi kedua menurutnya melibatkan perhitungan unit karbon dari proyek mitigasi sebagai bagian dari pencapaian NDC, kecuali jika perlu persetujuan untuk Corresponding Adjustment (CA).

Integrasi dengan Sistem Registri Global

“Penggunaan SRUK (Sistem Registri Unit Karbon) akan memastikan seluruh aktivitas dan unit karbon tercatat secara akurat, serta bisa beroperasi dalam skala nasional maupun internasional,” tambah Raja Antoni.

Menhut juga menyoroti pembangunan tata kelola kehutanan yang terstruktur, agar bisa menjaga keseimbangan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi. Dalam hal manajemen kawasan hutan, ia menyebut empat pendekatan utama, yaitu:

  • Perhutanan sosial dan hutan adat untuk mendorong kesejahteraan masyarakat lokal.
  • Peran pemerintah daerah melalui unit pengelolaan hutan.
  • Partisipasi sektor swasta melalui pengembangan kehutanan multiusaha.
  • Manajemen kawasan konservasi guna melindungi keanekaragaman hayati.

Kebijakan nasional yang mendukung pendekatan ini mencakup perizinan, insentif ekonomi, perlindungan sosial, serta distribusi manfaat yang adil.

Penguatan Prinsip Dasar NEK

“Kementerian Kehutanan terus mendorong implementasi NEK (Nilai Ekonomi Karbon) yang berfokus pada harmonisasi antara pembangunan berbasis iklim dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menhut Raja Antoni.

Ia juga menyebut kebutuhan untuk menjamin alokasi dana rehabilitasi hutan, pemulihan ekosistem, serta pengurangan degradasi dan deforestasi. Selain itu, Menhut menekankan pentingnya memastikan instrumen NEK berkualitas tinggi, serta perlindungan komunitas lokal yang terlibat dalam aktivitas kehutanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *