Meeting Results: Mentan ajak PT SGN perkuat sinergi wujudkan swasembada pangan

Mentan Ajak PT SGN Perkuat Sinergi Wujudkan Swasembada Pangan

Di Surabaya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah demi mewujudkan target swasembada pangan nasional. Amran menekankan bahwa peran penting BUMN pangan, termasuk PT SGN, adalah sebagai penggerak utama dalam mencapai kemandirian pangan Indonesia.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan, yang diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah dan BUMN. Dalam kesempatan itu, Amran menyebutkan bahwa BUMN pangan berperan strategis sebagai pendorong utama dalam mengembangkan ketahanan pangan nasional.

“Kenapa kami merasa swasembada telah dicapai itu atas BUMN pangan, PTPN. Kami diberi target oleh Presiden dan diminta laporan secara rutin kepada Bapak Presiden untuk BUMN pangan karena BUMN pangan yang menjadi motor penggerak,” ujarnya.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyatakan bahwa pihaknya bersedia memperkuat peran strategis dalam mendukung percepatan swasembada pangan. Ia menjelaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing industri gula nasional sebagai bagian dari kontribusi BUMN pangan.

Sebagai bagian dari holding perkebunan PTPN, Mahmudi menegaskan bahwa PT SGN berkomitmen mengoptimalkan kinerja dan memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai agenda strategis nasional, terutama dalam sektor gula yang menjadi komoditas penting bagi masyarakat.

Dalam proyeksi produksi, gula nasional diperkirakan mencapai 3,04 juta ton dengan luas areal panen tebu mencapai 576.538 hektare. Produksi GKP (Gula Kristal Putih) diprediksi rata-rata 5,28 ton per hektare, sementara produktivitas tebu berada di angka 70,87 ton per hektare. Rendemen nasional juga diperkirakan mencapai 7,45 persen.

Permintaan industri gula tahun ini diperkirakan mencapai 3,4 juta ton, lebih tinggi dibandingkan pasokan GKP yang selama ini ditujukan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Kunjungan ini menjadi momen evaluasi progres program percepatan swasembada pangan, termasuk pengembangan efisiensi industri gula dan pengoptimalan peran holding perkebunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *