Meeting Results: Artotel resmikan ruang pameran arsip sejarah Cikini dan Raden Saleh

Artotel Meluncurkan Ruang Pameran Arsip Sejarah Cikini dan Raden Saleh

Jakarta, Senin – Artotel Group, bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), meluncurkan ruang pameran arsip yang memperlihatkan perjalanan sejarah wilayah Cikini serta seni Raden Saleh. Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, mengungkapkan bahwa acara tersebut sejalan dengan dimulainya operasional Paviliun Raden Saleh ARTOTEL Curated (PRS) di Taman Ismail Marzuki. “Ini memperkuat komitmen hotel dalam menciptakan ruang pertemuan antara seni dan kehidupan sosial, khususnya di kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi,” jelas Eduard dalam sambutannya di PRS.

“Pameran ini menjadi inisiatif awal dalam menyajikan program budaya yang relevan dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari ekosistem seni di Taman Ismail Marzuki, Paviliun Raden Saleh diharapkan dapat menjadi tempat kolaborasi bagi seniman, kurator, komunitas, serta masyarakat luas untuk bertukar ide dan inspirasi,” kata Eduard.

Ruang pameran bertajuk “Raden Saleh & Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan” menyoroti peran sejarah kawasan Cikini, terutama bagian yang dahulu menjadi kompleks kediaman Raden Saleh. Melalui pendekatan kuratorial berbasis arsip, pengunjung diberikan kesempatan untuk memahami asal-usul ruang dan kenangan yang membentuk identitas wilayah tersebut. Beragam dokumen, foto, serta narasi sejarah ditampilkan untuk menghadirkan pengalaman reflektif dan pendidikan.

Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi, menyatakan kehadiran Paviliun Raden Saleh ARTOTEL Curated menjadi salah satu fasilitas seni dalam ekosistem Taman Ismail Marzuki yang telah absen selama tiga dekade. “Setelah lebih dari 30 tahun, TIM kehilangan ruang seni yang mendukung kebutuhan pelaku seni, terutama dari luar Jakarta. Kami berupaya memulihkan semangat kreativitas, seni, dan hiburan di sini,” ujar Bambang.

Pameran ini berlangsung di Selasar Nashar, yang berada di lantai 8 dan terbuka untuk publik, pecinta seni, serta tamu hotel sejak 21 April 2026. Selama masa pembukaan, PRS juga menyediakan penawaran khusus harga kamar mulai dari Rp 630.000 per malam.

Eduard menambahkan bahwa kerja sama dengan DKJ menunjukkan pentingnya sinergi antara sektor hospitality dan institusi seni dalam menghidupkan kembali narasi sejarah serta memperkaya budaya Jakarta. Dengan menggabungkan aset arsip dan seni, PRS diharapkan menjadi ruang yang berdampak positif bagi pengunjung dan komunitas kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *