Meeting Results: Pertamina impor dari Afrika sebagai alternatif sumber minyak mentah

Pertamina Tambahkan Sumber Impor dari Afrika untuk Stabilkan Pasokan Energi

Jakarta – Perusahaan pelat merah Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa negara-negara Afrika menjadi pilihan strategis untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) mentah, terutama saat situasi geopolitik di Timur Tengah mengalami ketidakstabilan akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa Pertamina dan pemerintah tetap aktif mencari sumber energi alternatif, termasuk dari Afrika, yang telah menjadi bagian dari rencana impor jangka panjang.

Koordinasi Global untuk Pastikan Ketersediaan BBM

Selama acara Sustainability Champions di Jakarta, Kamis, Baron menegaskan bahwa Pertamina secara aktif memantau dinamika pasar global dan bekerja sama dengan pemerintah untuk mengupayakan solusi terbaik. “Kami terus memantau perubahan di tingkat internasional, serta berkoordinasi erat dengan pihak berwenang agar kebutuhan bahan bakar tetap terpenuhi,” katanya.

“Kami terus memonitor dinamika yang terjadi di global. Kami lakukan dengan cara berkoordinasi secara intens dengan pemerintah yang sedang mengupayakan juga cara-cara terbaik sehingga LPG maupun BBM bisa tetap tersedia bagi seluruh masyarakat,”

Strategi Pemenuhan Energi di Tengah Ketidakpastian Pasokan

Dalam upaya memperkuat ketahanan energi, Pertamina melanjutkan pencarian sumber pasokan yang optimal, tidak hanya dari Afrika, tetapi juga wilayah lain. “Semua sumber sedang kami jajaki dan kami lakukan (impor),” ujar Baron. Pemerintah sebelumnya mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah, namun kini telah menghadirkan alternatif dari negara-negara seperti Angola, Brazil, AS, hingga Rusia.

Kunjungan Menteri ESDM ke Rusia untuk Negosiasi Impor

Selasa (14/4) lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow. Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa Pertamina sedang berupaya mendapatkan pasokan minyak mentah dan LPG dari Rusia sebagai langkah antisipasi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah menangkal pengaruh perang di Selat Hormuz terhadap kestabilan pasokan energi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *