New Policy: Anggota DPR minta stabilitas pangan tetap dijaga meski beras melimpah
Anggota DPR minta stabilitas pangan tetap dijaga meski beras melimpah
Jakarta – Dalam wawancara di Jakarta, Jumat, Anggota Komisi IV DPR RI Alien Mus menekankan perlunya pemerintah terus menjaga ketersediaan pangan nasional meski Indonesia saat ini telah berhasil menambahkan cadangan beras hingga 5 juta ton. Ia menyoroti pentingnya mempertahankan kestabilan distribusi dan harga beras, terutama menghadapi perubahan dinamika global akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Konflik tersebut, menurut Alien, berpotensi mengganggu jalur distribusi pangan internasional. “Kita harus memastikan stabilitas dalam pengiriman dan biaya beras agar manfaatnya bisa dirasakan rakyat,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa ketidakpastian geopolitik bisa memengaruhi harga kebutuhan pokok, baik melalui hambatan logistik maupun kenaikan biaya transportasi.
“Stok yang besar tidak cukup jika distribusinya tidak efektif. Harga di masyarakat harus tetap terjangkau,” kata Alien Mus.
Berdasarkan data terkini, stok beras yang dikelola Perum Bulog mencapai 5.000.198 ton per 23 April 2026. Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam produksi serta penyerapan beras di dalam negeri. “Capaian ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan,” tambahnya.
Dengan persediaan beras yang melimpah, Alien menilai Indonesia lebih siap menghadapi risiko ketidakstabilan global. Namun, ia meminta pemerintah tetap waspada dan terus mengawasi harga serta pasokan. “Pencapaian ini harus diikuti dengan kebijakan yang konsisten agar stabilitas pangan terjaga jangka panjang,” jelasnya.
Alien juga menekankan peran Perum Bulog dalam menjaga keseimbangan pasar. “Operasi pasar bisa dilakukan jika diperlukan untuk mencegah kenaikan harga,” tutur dia. Ia menambahkan, kelimpahan stok beras harus diimbangi dengan manajemen distribusi yang optimal agar kebutuhan rakyat tidak terganggu.