Main Agenda: Wamendikdasmen tinjau kesiapan murid ikuti TKA SD di Surabaya

Wamendikdasmen tinjau kesiapan murid ikuti TKA SD di Surabaya

Inspeksi ke SD Intan Permata Hati

Di Jakarta, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat melakukan inspeksi ke SD di Surabaya, Jawa Timur, untuk memastikan anak-anak siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sebelum dan sesudah ujian, Atip memberikan sambutan serta dukungan langsung kepada para guru, kepala sekolah, dan siswa di SD Intan Permata Hati.

“Saat ini kami melaksanakan TKA dengan persiapan yang begitu intensif. Anak-anak kami bekali dengan simulasi, dan gladi bersih. Puji Tuhan selama kita melaksanakan persiapan ini semua dalam keadaan lancar, berjalan dengan baik,”

Kepala Sekolah SD Intan Permata Hati, Dewa Made, menjelaskan bahwa kesiapan pelaksanaan TKA di sekolahnya diatur melalui berbagai proses persiapan. Koordinasi terus dilakukan dengan Dinas Pendidikan serta pihak kecamatan melalui perhimpunan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) agar setiap tahap berjalan tepat waktu.

Persiapan dan Kondisi Peserta

Bagian kurikulum SD Intan Permata Hati, Fani, menyebutkan bahwa sebanyak 45 siswa mengikuti TKA. Ia menambahkan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi meski sebagian masih merasa cemas.

“Harapannya semua berjalan dengan baik, lancar, anak-anak bisa tetap enjoy, walaupun mungkin mereka gugup tadi, tapi semoga semua berjalan dengan baik,”

Menurut Fani, persiapan telah dimulai sejak Januari. Fokus utama diberikan pada pelajaran Matematika, karena pembelajaran di sekolah menggunakan Bahasa Inggris. Hal ini memaksa siswa beradaptasi dengan soal berbahasa Indonesia.

Peran Guru dan Siswa dalam Kesiapan

Salah satu siswa, Michelle, mengatakan bahwa ia mempersiapkan diri dengan berlatih soal secara rutin, baik di kelas maupun di rumah. Ia menggunakan berbagai media, seperti lembar kerja dan latihan daring, untuk memperkuat pemahaman materi.

“Persiapan saya terutama fokus pada pembelajaran Matematika, baik di kelas maupun secara daring. Jadi saya bisa belajar di rumah serta di sekolah, sambil terus berdiskusi dengan guru. Jika saya nggak ngerti, saya bisa tanya guru untuk lebih tahu jawabannya nanti guru akan menjelaskan lebih dalam,”

Dengan dukungan dari guru yang aktif, siswa merasa lebih percaya diri menghadapi tes tersebut. Semua pihak berharap proses TKA berjalan sukses dan memberikan hasil yang memuaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *