New Policy: BP Batam catat investasi triwulan I tumbuh 102 persen secara tahunan

Investasi Batam Tumbuh 102,85 Persen di Triwulan I 2026

Kepulauan Riau (Kepri) melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatatkan jumlah investasi yang terwujud pada triwulan pertama tahun ini mencapai Rp17,4 triliun. Angka ini meningkat sebesar 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan keyakinan investor terhadap Batam.

“Lonjakan tersebut menunjukkan Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya secara lebih cepat, pasti, dan produktif,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima di Batam, Kamis (23/4).

Capaian ini menjadi tanda kuat peningkatan pertumbuhan Batam di awal 2026, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pertumbuhan investasi yang dinamis di Indonesia. Struktur investasi menunjukkan kekuatan ekosistem sektor yang semakin stabil, dengan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun.

Domestik Masuk ke Posisi Tumbuh Agresif

Pertumbuhan PMDN mencapai 216 persen tahunan, memberikan sinyal positif tentang peningkatan keyakinan investor dalam negeri. Sementara itu, PMA tetap mempertahankan konsistensinya. Dari sisi sektor, peningkatan investasi didominasi oleh industri mesin dan elektronik (23,65 persen), kimia dan farmasi (21,18 persen), jasa lainnya (17,70 persen), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (13,09 persen).

Peran Strategis Batam dalam Ekonomi Kepri

Batam menyumbang sekitar 73,5 persen dari total investasi Kepri, yang mencapai lebih dari Rp23,8 triliun pada triwulan I 2026. Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa kontribusi Batam terhadap investasi provinsi memiliki makna penting.

“Batam memegang fungsi sentral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini berdampak luas ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” tambah Li Claudia.

Dari sisi negara, Singapura menjadi penyumbang utama dengan nilai Rp4,82 triliun, diikuti Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyoroti pentingnya kualitas pertumbuhan.

“Ini bukan sekadar lonjakan angka. Struktur investasi yang sehat, dengan PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh secara agresif, membuktikan Batam semakin dianggap sebagai kawasan feasible, bankable, dan executable,” katanya.

BP Batam berkomitmen untuk menjaga momentum ini melalui peningkatan layanan investasi, percepatan pemberian lahan dan infrastruktur, serta pengembangan kepastian usaha. Masa depan akan fokus pada peningkatan nilai investasi dan pembangunan ekosistem industri yang kompetitif serta berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *