New Policy: Garuda catat OTP 100 persen pada penerbangan haji kloter pertama

Garuda Catat OTP 100 Persen pada Penerbangan Haji Kloter Pertama

Jakarta – Garuda Indonesia mencatatkan tingkat ketepatan waktu 100 persen dalam penerbangan haji kloter pertama tahun 1447 H/2026 M, yang berlangsung di lima embarkasi utama. Capaian ini mengisyaratkan kelancaran dalam fase awal keberangkatan jamaah ke Tanah Suci.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengungkapkan bahwa prestasi tersebut diraih melalui pengoperasian jalur penerbangan dari Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, dan Ujung Pandang. “Secara keseluruhan, Garuda Indonesia mencatatkan OTP 100 persen pada lima embarkasi utama,” jelasnya.

Detail Penerbangan Kloter Awal

Dalam rangkaian keberangkatan pertama, maskapai ini menyambut minimal 2.255 jamaah dari enam embarkasi. Kloter pertama dimulai dengan penerbangan dari Yogyakarta, yang membawa 360 jamaah. Pesawat Airbus A330-300 dengan nomor GA 6501 lepas landas dari Bandara Internasional Yogyakarta pada pukul 23.40 WIB, dengan jadwal tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada 06.15 waktu setempat.

Pada hari pertama, Garuda Indonesia juga mengirimkan jamaah dari Jakarta (391 orang), Solo (360 orang), Lombok (393 orang), Ujung Pandang (391 orang), dan Medan (360 orang). Glenny menegaskan bahwa kelancaran fase kloter pertama menjadi bagian krusial dari penyelenggaraan ibadah haji, sekaligus tanggung jawab bagi maskapai untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jamaah.

“Kami berkomitmen memastikan seluruh operasional penerbangan haji berjalan lancar, aman, dan nyaman hingga jamaah kembali ke Tanah Air,” ujarnya.

Persiapan untuk Musim Haji 2026

Pada musim haji 2026, Garuda Indonesia akan mengoperasikan 278 kelompok terbang untuk melayani sekitar 102.502 jamaah dari 10 embarkasi, yaitu Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok. Fase keberangkatan ke Madinah berlangsung 21 April–6 Mei, sementara fase ke Jeddah dijadwalkan 7–21 Mei. Pemulangan jamaah direncanakan pada 1–30 Juni.

Glenny menyebutkan bahwa tahun ini juga menjadi momentum pertama bagi Garuda Indonesia melayani jamaah dari embarkasi Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta. Maskapai ini memperkirakan sekitar 18 persen jamaah berusia di atas 65 tahun serta jamaah berkebutuhan khusus akan dilayani dalam operasional tahun ini.

Fasilitas dan Penunjang Operasional

Untuk mendukung kelancaran, Garuda Indonesia menyiapkan berbagai fasilitas seperti kursi roda di setiap embarkasi, ambulift di Jakarta dan Solo, bus dengan toilet, garbarata di bandara, dan layanan penanganan bagasi khusus. Di Bandara King Abdulaziz, maskapai menyediakan buggy car.

Awak kabin ditempatkan untuk memberikan bantuan intensif terutama kepada jamaah lanjut usia dan disabilitas. Layanan konsumsi mencakup dua makan utama serta makanan ringan, dengan fasilitas hiburan dan portable bidet di kabin toilet. Selain itu, lebih dari 1.085 awak pesawat—terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit—diterjunkan bersama 139 petugas darat haji.

“Operasional penerbangan haji merupakan amanah nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor,” tegas Glenny. “Garuda Indonesia terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di dalam dan luar negeri guna memastikan kelancaran, keselamatan, serta kenyamanan jamaah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *