New Policy: Kadin: Indonesia selalu bertahan dari krisis dan bangkit lebih kuat

Kadin: Indonesia Selalu Bertahan dari Krisis dan Bangkit Lebih Kuat

Dalam konferensi pers Kadin Business Pulse Q1 2026 di Jakarta, Anindya Bakrie, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menyatakan bahwa negara ini memiliki catatan baik dalam menghadapi krisis ekonomi global. Ia menegaskan bahwa setiap tekanan yang muncul justru menjadi kesempatan untuk memperkuat dasar perekonomian dan mendorong peningkatan di masa depan.

Krisis Sebagai Momentum Penguatan

Menurut Anindya, Indonesia tidak hanya bertahan dari tekanan ekonomi tetapi juga mampu bangkit dengan lebih tangguh. “Kita di dunia usaha melihat bahwa, terlepas dari kritik, negara ini selalu bisa bertahan dan jadi lebih baik,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa situasi saat ini, seperti pelemahan nilai tukar rupiah, berkaitan erat dengan dinamika pasar global, khususnya pergerakan dolar AS dan perubahan perilaku investor mencari likuiditas.

Menurutnya, pasar saat ini mencari aset yang mampu menawarkan likuiditas, sehingga keberadaan likuiditas di mata uang tertentu, termasuk rupiah, bisa menjadi daya tarik bagi investasi.

Eksport dan Investasi sebagai Faktor Kunci

Kadin menekankan pentingnya meningkatkan sektor ekspor sebagai sumber pendapatan utama. Produk-produk nonmigas seperti tekstil, garmen, furnitur, alas kaki, serta elektronik memiliki peluang besar untuk dikembangkan ke pasar global, menurutnya. “Apapun yang bisa menghasilkan devisa harus didorong,” tambahnya.

Investasi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kestabilan perekonomian. Anindya menjelaskan bahwa aliran modal tidak hanya mendatangkan dana asing tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kegiatan ekonomi dalam negeri. Dari sisi lain, ia menekankan perlunya pengelolaan arus kas secara cermat saat menghadapi tekanan ekonomi global.

Tantangan dan Respons Dunia Usaha

Meski neraca keuangan Indonesia masih cukup kuat, tekanan pada pendapatan terasa di berbagai belahan dunia. Contohnya, fluktuasi harga minyak dunia mempengaruhi pengeluaran subsidi pemerintah, ujarnya. Dalam konteks dunia usaha, Anindya melihat dua strategi utama yang diambil. Sebagian perusahaan memilih efisiensi dan memanfaatkan peluang investasi, sementara yang lain lebih fokus pada pengendalian biaya untuk bertahan.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Kadin terus memberikan saran serta memperluas peluang di sektor perdagangan dan investasi. Langkah ini dianggap vital untuk mempertahankan lapangan kerja di tengah tantangan global, termasuk dampak dari digitalisasi dan teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *