Special Plan: Kadin nilai jasa pendidikan hingga industri optimistis hadapi tekanan
Kadin Indonesia: Tiga Sektor Tetap Optimistis di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkap bahwa beberapa sektor seperti informasi dan komunikasi, layanan pendidikan, serta industri pengolahan masih menunjukkan sikap optimis di tengah meningkatnya tekanan ekonomi internasional awal tahun 2026.
Survei Menangkap Perubahan Sentimen Usaha
Direktur Insights Kadin Indonesia Institute, Fakhrul Fulvian, mengatakan hasil survei Business Pulse kuartal I 2026 menunjukkan pergeseran dalam sikap pelaku usaha. Meski sentimen secara umum turun, tiga sektor tertentu tetap menampilkan keyakinan kuat.
“Sektor yang paling optimis adalah informasi komunikasi, layanan pendidikan, dan industri pengolahan. Mereka lebih positif dibandingkan sektor lainnya,” ujarnya.
Global Uncertainty Mengubah Persepsi Bisnis
Pertengahan Maret hingga awal April 2026, Kadin melakukan survei terhadap 210 anggota dari 27 provinsi. Hasilnya mencerminkan penurunan keyakinan terhadap kondisi bisnis, dengan proporsi yang menyatakan peningkatan turun dari 39,3% menjadi 25,2%. Sementara itu, jumlah responden yang melihat situasi memburuk naik ke 40,5%.
Penyebab Tekanan dan Tanggapan Pelaku Usaha
Fakhrul menjelaskan penurunan tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti penurunan permintaan, kenaikan biaya operasional, serta daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Meski demikian, tiga sektor dianggap lebih adaptif dan tahan terhadap gangguan geopolitik.
Selain itu, survei menunjukkan bahwa sektor jasa pendidikan, akomodasi, serta industri pengolahan memiliki rencana investasi lebih tinggi dibandingkan bidang lainnya. Sebaliknya, sektor perdagangan besar, jasa perusahaan, dan pertambangan mengalami peningkatan tingkat pesimisme.
Perubahan Kebijakan Jadi Tantangan Utama
Peningkatan signifikan terjadi pada persepsi pelaku usaha terhadap kebijakan pemerintah sebagai hambatan bisnis, meningkat dari 0,3% menjadi 16,7%. Isu seperti regulasi lingkungan, subsidi energi, dan kebijakan sektoral menjadi sorotan utama.
Kesiapan dan Kebutuhan Usaha Saat Ini
Dalam menghadapi risiko global, sebanyak 36% responden menyatakan siap menghadapi konflik internasional, sementara 32% merasa situasi biasa. Namun, pelaku usaha cenderung mengambil langkah hati-hati, seperti menahan ekspansi dan memprioritaskan likuiditas, terlihat dari penurunan rencana investasi menjadi 38,9%.
Kebutuhan utama mereka adalah dukungan pemerintah melalui subsidi, insentif pajak, serta akses pembiayaan. Kadin menekankan bahwa kebijakan yang konsisten dan stabilitas harga energi akan menjadi faktor penentu untuk memulihkan kepercayaan bisnis.
Optimisme dari Faktor Eksternal
Keterbukaan pasar global serta adopsi teknologi seperti kecerdasan buatan dianggap sebagai peluang baru. Kadin berharap faktor-faktor ini bisa mendorong stabilitas ekonomi di masa depan.