Solving Problems: Mendag yakin ekosistem tekstil nasional kuat hadapi tantangan global
Mendag yakin ekosistem tekstil nasional kuat hadapi tantangan global
Kamis lalu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan keyakinannya bahwa industri tekstil dalam negeri mampu bertahan di tengah berbagai tekanan global. Ia menyebut ekosistem yang terbentuk di Indonesia cukup kuat, mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi akhir. “Saya rasa kita bisa bersaing karena sistem ini lengkap,” ujar Budi dalam wawancara di Jakarta.
“Ekosistem tekstil di Indonesia dianggap solid, dari mulai produsen bahan dasar hingga pengusaha kecil. Jadi, meski ada dampak geopolitik, kita tidak perlu gusar,” tegas Mendag.
Dalam menanggapi kekhawatiran terkait hambatan produksi dan ancaman banjir impor tekstil, Budi menekankan bahwa sektor ini memiliki dasar yang kuat. Ia mengakui kenaikan harga energi saat ini memengaruhi berbagai industri, termasuk tekstil. Namun, ia percaya industri lokal tetap stabil karena didukung rangkaian kegiatan ekonomi yang terintegrasi.
Mendag juga menyatakan permintaan pasar dalam negeri tetap tinggi, sehingga industri tidak terganggu. “Permintaan di dalam negeri terus bertumbuh, dan kita punya kapasitas untuk memenuhi kebutuhan itu,” jelasnya. Di sisi lain, sektor tekstil Indonesia menarik minat pelaku ekspor internasional.
Menurut data terkini, tekstil dan produk tekstil (TPT) pada tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan 3,55 persen secara tahunan. Nilai ekspornya mencapai 12,08 miliar dolar AS, dengan surplus 3,45 miliar dolar AS. “Kualitas produk kita cukup kompetitif, sehingga mampu mengurangi ketergantungan pada impor,” tambah Budi.