Special Plan: Investasi peternakan di Wonosobo didorong jadi sentra susu nasional
Investasi Peternakan di Wonosobo Didorong Jadi Sentra Susu Nasional
Kementerian Pertanian sedang mendorong pemberdayaan sektor peternakan, khususnya di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, sebagai pusat produksi sapi perah dan pedaging nasional. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan hal ini saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Kontes Sapi APPSI Piala Ketua MPR RI di Wonosobo, Sabtu. Menurutnya, saat ini ada banyak peluang untuk menarik investasi, terutama pada bidang sapi perah dan sapi pedaging.
Kebutuhan Susu Nasional Terus Bertambah
Sudaryono menambahkan, kebutuhan susu dalam negeri meningkat secara signifikan. Saat ini, hampir seluruh sentra susu yang ada sudah digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Sekarang semua sentra peternakan susu sudah terpenuhi untuk kebutuhan MBG. Ini menjadi kesempatan bagus bagi daerah seperti Wonosobo,” ujarnya.
“Peluang investasi di sektor peternakan sangat terbuka, terutama untuk sapi perah dan sapi pedaging,” kata Sudaryono.
Wonosobo Harus Dipersiapkan sebagai Pusat Produksi Susu Segar
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengingatkan, permintaan susu segar di dalam negeri masih tinggi. Menurutnya, program MBG akan semakin meningkatkan kebutuhan susu, sehingga Wonosobo perlu dijadikan basis utama untuk memenuhi permintaan tersebut. “Saya berharap Wonosobo bisa menjadi sentra pemenuhan susu segar. Di masa depan, daerah ini diharapkan menjadi pusat susu nasional. Diperlukan investasi,” ujarnya.
“Saya berharap Wonosobo bisa menjadi sentra pemenuhan susu segar. Diharapkan Wonosobo dalam tahun-tahun mendatang menjadi sentra susu nasional. Perlu ada investasi,” katanya.
Produksi Daging Jawa Tengah Cukup, Susu Masih Jadi Tantangan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menyatakan, produksi daging di provinsi tersebut sudah mendekati 980 ribu ton dan mampu memenuhi kebutuhan nasional. Namun, produksi susu masih menjadi tantangan yang signifikan. “Yang tidak cukup adalah susu,” ujarnya.