Facing Challenges: 71 tahun KAA: RI gaungkan Dasasila Bandung jadi solusi konflik global
71 Tahun Konferensi Asia-Afrika: Indonesia Tetap Memperkuat Dasasila Bandung Sebagai Solusi Konflik Global
Dari Jakarta, Indonesia menegaskan komitmen untuk terus menyebarkan nilai-nilai Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang terwujud dalam Dasasila Bandung sebagai pedoman kebersamaan bangsa-bangsa berkembang dan penyelesaian sengketa internasional. Pernyataan ini dilontarkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela saat menghadapi peringatan ke-71 penyelenggaraan KAA pada tahun 1955.
“Prinsip-prinsip Dasasila Bandung dianggap sebagai nilai-nilai yang kami bawa ke berbagai ajang internasional,” ujarnya dalam sesi media taklimat di Jakarta, Kamis (16/4).
Diplomasi Indonesia terus mengharmonisasikan nilai-nilai dan semangat KAA dalam berbagai forum global. Isu-isu yang sejalan dengan semangat tersebut, khususnya soal perdamaian dunia, terus diteruskan meski tengah berlangsung konflik internasional, tambahnya.
Konferensi Asia Afrika digelar pada 18 hingga 24 April 1955 di Kota Bandung, Jawa Barat. Acara itu menghasilkan 10 prinsip utama, dikenal sebagai Dasasila Bandung, yang menjadi fondasi bagi negara-negara Asia dan Afrika dalam menghadapi ancaman kolonialisme. Meski hanya dihadiri 29 negara, prinsip-prinsip ini menemukan dukungan luas, termasuk dari negara-negara di Amerika Latin serta Afrika.
KAA juga menjadi awal mula terbentuknya Gerakan Non-Blok (GNB) yang didirikan pada 1 September 1961 di Beograd oleh Yugoslavia, Indonesia, Mesir, India, dan Ghana. Momentum peringatan 71 tahun KAA dianggap relevan dengan tantangan saat ini, sehingga tidak ditinggalkan oleh Indonesia.