Topics Covered: Pemerintah pastikan pangan jamaah haji aman meski gejolak geopolitik

Pemerintah pastikan pangan jamaah haji aman meski gejolak geopolitik

Dari Jakarta, pemerintah menjamin ketersediaan makanan untuk jamaah haji Indonesia tetap stabil meski menghadapi perubahan geopolitik global. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan pasokan makanan bagi jamaah tetap terpenuhi, sehingga tidak perlu khawatir soal kebutuhan pangan selama beribadah di Tanah Suci.

“Soal makan jamaah haji kita, tadi Pak Menteri Haji mengatakan aman, walaupun di sana ada geopolitik seperti itu, tapi (untuk) soal makan nggak usah khawatir,” kata Zulhas usai rapat koordinasi Persiapan Pemenuhan Pangan untuk Haji 2026 di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa.

Menurut Zulhas, berbagai jenis makanan telah disiapkan secara memadai, mulai dari makanan siap saji hingga bahan baku yang diproses langsung di lokasi. Hal ini untuk memastikan konsumsi jamaah haji dapat tercakup sepenuhnya selama pelaksanaan ibadah.

Pemerintah juga berkomitmen menjaga standar kualitas makanan, memastikan semua produk aman dikonsumsi. Upaya ini bertujuan memberikan rasa nyaman kepada jamaah calon haji, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar yang layak.

Dalam menyokong hal ini, pemerintah terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga distribusi pangan tanpa hambatan. Teknologi juga dimanfaatkan secara optimal, termasuk penggunaan makanan siap saji yang praktis namun tetap mempertahankan nutrisi dan kualitas.

Dalam rangka pengiriman, Kementerian Perdagangan telah menandatangani MoU dengan Arab Saudi, memudahkan pengantaran makanan khusus untuk jamaah. “Kita bisa mengirimkan makanan ke jamaah tanpa ada penghalang, karena hanya untuk mereka, bukan untuk dipasarkan di Arab Saudi,” tambah Zulhas.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch Irfan Yusuf mengatakan ketersediaan makanan tidak terganggu oleh fluktuasi harga global. Ia menegaskan penyedia katering tetap menjalankan layanan sesuai rencana, tanpa ada penyesuaian biaya yang memengaruhi kualitas.

Mayoritas makanan disiapkan melalui proses memasak di dapur untuk menjaga kesegaran dan nilai gizi. Namun, pada periode jamaah sangat padat, pemerintah menyiapkan sekitar 3 juta paket makanan siap saji untuk 200 ribu jamaah selama enam hari. “Jumlah 3 juta paket selama enam hari, karena untuk 200 ribu orang, 6 hari. Itu hanya untuk tanggal 7 hingga 13, saat trafik sangat tinggi di tahapan Armuzna,” beber Menhaj.

Langkah tersebut difokuskan pada Armuzna, yaitu rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Seluruh makanan, baik dari dapur maupun siap saji, dijaga keamanannya sesuai standar yang ditetapkan. Rapat koordinasi turut dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso, Kepala BPJPH Haikal Hassan, serta pejabat lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *