Topics Covered: IHSG melemah dipicu sentimen MSCI masih tahan rebalancing saham RI
IHSG Turun karena Sentimen Negatif dari MSCI yang Masih Mengunci Rebalancing
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Selasa sore ditutup dengan penurunan, didorong oleh sentimen negatif akibat pengumuman MSCI yang tetap memperpanjang pembekuan proses rebalancing indeks saham Indonesia hingga periode Mei 2026. IHSG berakhir di level 7.559,38 dengan penurunan sebesar 34,73 poin atau 0,46 persen. Sementara itu, indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan 12,18 poin atau 1,61 persen, menyentuh 743,67.
“Ketidakpuasan pasar utamanya muncul dari pengumuman MSCI yang belum menyetujui rencana rebalancing indeks saham Indonesia untuk bulan Mei 2026,” ungkap Ratna Lim, ahli riset dari Phintraco Sekuritas, dalam analisisnya di Jakarta, Selasa.
Dalam poin internasional, pasar Asia menunjukkan peningkatan, didukung oleh harapan akan kemajuan diplomatis di Timur Tengah. Pelaku pasar mengantisipasi pertemuan kedua antara Amerika Serikat dan Iran, yang diharapkan akan mengurangi ketegangan geopolitik. Dalam pernyataan terbaru, Iran menyebutkan akan mengirim wakil untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Wakil Presiden AS JD Vance di Pakistan pada malam Selasa (21/4/2026). Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menegaskan kemungkinan tidak memperpanjang gencatan senjata jika tidak ada kesepakatan dengan Iran dalam pekan ini.
Dari sisi domestik, MSCI mengakui upaya otoritas Indonesia dalam meningkatkan transparansi pasar modal, terutama terkait kebijakan baru mengenai data kepemilikan saham dan peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen. Namun, pihak MSCI masih berhati-hati dalam mengevaluasi kekonsistenan kebijakan tersebut. Investor juga memperkirakan kemungkinan penghapusan saham dari kategori High Shareholding Concentration (HSC).
Kinerja IHSG dan Sektor-Sektor Pendukung
Indeks IHSG membuka sesi perdagangan dengan penurunan, tetap berada di zona negatif hingga akhir sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG masih melemah, tetapi mengalami penguatan pada beberapa sektor. Dari Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor naik, dengan industri menjadi pemimpin kenaikan 2,71 persen, diikuti oleh sektor barang baku (2,22 persen) dan transportasi & logistik (1,76 persen). Sebaliknya, tiga sektor mengalami penurunan, termasuk energi yang turun 1,07 persen, kesehatan (0,12 persen), dan infrastruktur (0,04 persen).
Kondisi Pasar Saham Global dan Transaksi
Bursa saham regional Asia mencatat peningkatan, termasuk Indeks Nikkei yang naik 520,11 poin atau 0,88 persen ke 59.345,00, serta Indeks Shanghai (0,07 persen), Hang Seng (0,48 persen), dan Straits Times (0,09 persen). Transaksi saham di BEI mencapai 2.706.602 kali, dengan total 43,33 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp17,90 triliun. Dalam perdagangan, 386 saham menguat, 264 mengalami penurunan, dan 168 saham tidak bergerak.
MSCI mempertahankan kebijakan sebelumnya, seperti pembekuan kenaikan FIF, NOS, dan penambahan konstituen ke IMI. Selain itu, perpindahan saham antarindeks ukuran, seperti dari Small Cap ke Standard, juga belum dilakukan. Meski ada kekhawatiran tentang penurunan status pasar modal Indonesia ke frontier market, sentimen tersebut tampak mulai membaik.