Facing Challenges: Pezeshkian: Tidak ada kekuatan yang mampu paksa bangsa Iran menyerah
Pezeshkian: Tidak ada kekuatan yang mampu paksa bangsa Iran menyerah
Dalam pidatonya di kantor pusat Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran (IRCS), Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa tidak ada kekuatan yang mampu memaksa rakyat Iran menyerah. Pernyataan ini dilontarkan seusai kunjungan ke markas organisasi kemanusiaan tersebut di Teheran.
Pezeshkian mengecam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas warga sipil di Iran, termasuk sekolah serta pusat kesehatan. Menurutnya, tindakan penargetan tersebut menunjukkan ketidakmampuan pihak-pihak yang melakukan serangan mematuhi prinsip kemanusiaan. “Ini adalah kehancuran terhadap kerangka hukum internasional, yang seharusnya menjadi tontonan dunia,” ujarnya.
“Menyerang negara lain tanpa alasan adalah pelanggaran terhadap hukum internasional,” tambah Pezeshkian, sambil menyoroti kebijakan diam beberapa negara terhadap tindakan AS dan Israel.
Gencatan senjata dua pekan terjadi pada 8 April, setelah perundingan perdamaian antara Iran dan delegasi AS di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai kesepakatan. Setelah itu, AS menerapkan blokade di Selat Hormuz untuk mencegah kapal-kapal yang melintasi jalur air tersebut.
Pezeshkian menegaskan bahwa blokade AS justru akan berdampak negatif pada diri sendiri, bukan pada Iran. “AS dan Israel mengira mereka bisa menaklukkan Iran dalam hitungan hari, tapi kini AS terjebak dan bingung mencari solusi,” katanya.