Key Issue: Perdagangan Kamboja dengan ASEAN meningkat 10,5 persen pada kuartal I 2026
Perdagangan Kamboja dengan ASEAN Naik 10,5 Persen di Kuartal I 2026
Dilaporkan dalam dokumen resmi yang diterbitkan pada Rabu (22/4), nilai perdagangan antara Kamboja dan negara-negara anggota ASEAN mencatat angka sebesar 4,86 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.142) pada kuartal pertama tahun ini. Angka ini menunjukkan kenaikan 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kementerian Perdagangan Kamboja mencatat ekspor ke negara-negara ASEAN lainnya selama Januari-Maret mencapai 1,6 miliar dolar AS, mengalami penurunan 7 persen secara tahunan. Sebaliknya, impor dari negara-negara tersebut mencapai 3,26 miliar dolar, dengan peningkatan 22 persen.
Nilai perdagangan tersebut menyumbang 27,6 persen dari total transaksi ekonomi Kamboja pada periode yang sama, yang mencapai 17,58 miliar dolar AS. Negara-negara utama yang menjadi mitra dagang Kamboja dalam kawasan ASEAN meliputi Vietnam, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Komponen Perdagangan dengan ASEAN
Kamboja mengimpor barang-barang utama seperti alat transportasi, produk elektronik, dan perangkat pertanian, sementara ekspor utamanya mencakup pakaian, sepatu, tas, panel surya, ban mobil, serta bahan-bahan seperti beras, kacang mete, latex karet, singkong, durian, dan pisang.
“Pertumbuhan perdagangan Kamboja di kawasan ASEAN mencerminkan keunggulan geografis dan ketahanan regional,” kata Thong Mengdavid, Wakil Direktur Pusat Studi China-ASEAN di Universitas Teknologi dan Sains Kamboja, kepada Xinhua. “Negara ini dapat memanfaatkan ASEAN sebagai penyangga terhadap dampak eksternal, berkat akses yang baik melalui jalur darat, udara, dan perairan.”
Asean sendiri terdiri dari 11 negara, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste.