Main Agenda: Perayaan Hari Bahasa Mandarin di Jakarta fasilitasi pertukaran budaya

Perayaan Hari Bahasa Mandarin di Jakarta Dinobatkan sebagai Sarana Pertukaran Budaya

Di Jakarta, acara perayaan Hari Bahasa Mandarin Internasional diadakan di Landmark Pluit pada Minggu (19/4), memberikan kesempatan bagi warga setempat untuk menjelajahi budaya Tiongkok melalui berbagai pertunjukan seni dan kegiatan budaya yang beragam. Acara ini tidak hanya memperkenalkan seni tradisional Tiongkok, tetapi juga mempromosikan pengalaman interaksi langsung dengan elemen budaya dari negara tersebut.

Konselor Budaya Tiongkok: Acara Membuka Pintu Pemahaman Global

Wang Siping, Konselor Budaya Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, menegaskan bahwa perayaan ini berfungsi sebagai jendela yang memungkinkan masyarakat internasional memperdalam pengetahuan tentang bahasa Mandarin dan identitas Tiongkok. “Hari ini, kita tidak hanya menampilkan budaya tradisional Tiongkok yang luar biasa, tetapi juga membangun jembatan yang melampaui batas negara dan menghubungkan hati,” ujarnya saat acara dibuka.

Upaya Memperkuat Hubungan Budaya Antarnegara

Pusat Bahasa Mandarin/Institut Konfusius Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) berperan aktif dalam menyelenggarakan acara ini. Perwakilan dari institusi tersebut mengharapkan pertukaran budaya semacam ini dapat meningkatkan kesadaran bersama antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok, sekaligus mempererat kerja sama dalam bidang seni dan pendidikan.

Pengalaman Langsung bagi Pengunjung

Acara menyajikan berbagai pertunjukan seni, mulai dari paduan suara hingga alat musik tradisional Tiongkok. Peserta, yang berasal dari berbagai latar belakang, bisa mencoba kegiatan seperti memakai pakaian tradisional, menikmati teh, serta membuat kipas lakuer. Selain itu, mereka juga berkesempatan belajar kaligrafi, yang menurut Nova, seorang ibu rumah tangga di Jakarta, memiliki nilai edukasi penting.

“Di acara ini, kami sempat belajar membuat kaligrafi. Anak saya terlihat tertarik, dan prosesnya mengajarkan kesabaran serta ketenangan, dua hal yang sangat bermanfaat bagi perkembangan karakternya,” ujarnya.

Kolaborasi dan Dukungan Pihak Eksternal

Perayaan ini merupakan hasil kerja sama antara Pusat Bahasa Mandarin/Institut Konfusius UAI dengan Institut Kaligrafi dan Seni Lukis Indonesia. Acara juga didukung oleh Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia serta Center for Language Education and Cooperation (CLEC) Tiongkok, yang berperan dalam memastikan keberlangsungan pertukaran budaya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *