Main Agenda: Trump minta marinir AS tembak kapal penebar ranjau di Selat Hormuz

Trump Instruksikan Angkatan Laut AS Serang Kapal Penebar Ranjau di Selat Hormuz

Istanbul – Presiden Donald Trump mengumumkan keputusan untuk memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat menembak setiap kapal kecil yang ditemukan melakukan pemasangan ranjau di Selat Hormuz, meski gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlangsung. “Saya perintahkan Angkatan Laut AS untuk menghancurkan kapal apa pun yang memasang ranjau di perairan itu,” ujarnya dalam unggahan di platform Truth Social. Trump menekankan bahwa pasukan AS tidak boleh ragu dalam menjalankan perintah tersebut.

Iran Disangka Menyembunyikan Ranjau di Jalur Transit

Menurut Trump, seluruh armada Iran yang terdiri dari 159 kapal berada di dasar laut, dan setiap kapal di antaranya dianggap sebagai penebar ranjau. Ia juga meminta peningkatan penyapuan ranjau tiga kali lipat untuk membersihkan jalur yang dinilai terganggu oleh Iran sejak serangan AS dan Israel dimulai 28 Februari lalu. Perintah ini dikeluarkan saat gencatan senjata diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump pada Selasa (21/4).

“Saya yakin Iran telah atau sedang menghilangkan ranjau mereka, tapi mayoritas penebar ranjau sudah dihancurkan dalam operasi AS,” tutur Trump.

Pentagon Estimasi Proses Pembersihan Butuh 6 Bulan

Pentagon memberi tahu Kongres bahwa pembersihan Selat Hormuz dari ranjau bisa memakan waktu hingga enam bulan. Dalam laporan Washington Post, diceritakan bahwa Iran mungkin menyimpan 20 ranjau atau lebih di jalur air serta sekitarnya. Sejumlah ranjau tersebut dipasang secara jarak jauh dengan teknologi GPS, membuat deteksi lebih sulit.

Iran Bantah Tuduhan Menyimpan Ranjau

Iran membantah klaim AS bahwa mereka menempatkan ranjau di daerah tersebut, menyebutnya sebagai propaganda. Meski demikian, media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah merilis peta jalur aman di sekitar Selat Hormuz. Dalam pernyataan terpisah, Trump mengungkapkan ada konflik intens di internal Iran antara kelompok garis keras dan moderat. “Iran kesulitan memilih pemimpin mereka,” katanya.

Sebagai bagian dari blokade, pasukan AS meminta 31 kapal untuk kembali ke pelabuhan asal. Tindakan ini dilakukan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), menurut laporan Kamis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *