Studi: Sistem AI dapat nilai manusia dan ciptakan “kepercayaan”

Studi: Sistem AI dapat nilai manusia dan ciptakan “kepercayaan”

Penelitian dari Universitas Ibrani Yerusalem, yang dirilis pada Selasa (14/4), menunjukkan kemampuan sistem AI modern untuk menilai individu dan membentuk “kepercayaan” meskipun dengan metode berbeda dibandingkan manusia.

Konteks Studi

Studi terbaru yang terbit di Proceedings of the Royal Society A mengeksplorasi cara AI menilai orang dalam situasi seperti pemberian pinjaman, proses perekrutan, dan penyusunan rekomendasi. Para peneliti menganalisis lebih dari 43.000 keputusan yang dihasilkan oleh sistem AI dan membandingkannya dengan respons dari sekitar 1.000 peserta manusia.

Temuan Kesamaan

Hasilnya menunjukkan bahwa manusia dan AI memiliki preferensi serupa, lebih memilih individu yang terlihat kompeten, jujur, dan memiliki niat baik, menandai bahwa AI mampu memahami elemen dasar “kepercayaan manusia”.

Perbedaan Pendekatan

Meski demikian, ada perbedaan signifikan. Manusia biasanya membentuk kesan secara holistik melalui kombinasi berbagai karakteristik, sedangkan AI memecah penilaian menjadi faktor-faktor terpisah seperti kompetensi atau integritas, lalu memberikan skor secara lebih kaku, menurut para peneliti.

Bias yang Terdeteksi

Selain itu, penelitian ini mengungkap bahwa AI bisa menunjukkan bias yang konsisten, terkadang lebih dominan dibandingkan bias manusia, berdasarkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, atau agama, meski semua informasi lainnya identik.

Implikasi Penting

Menurut tim peneliti, temuan ini menekankan pentingnya memahami cara AI membuat keputusan, karena sistem ini semakin berperan dalam bidang seperti perekrutan, keuangan, dan layanan kesehatan.

AI menangkap beberapa elemen dasar dari “kepercayaan manusia”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *