Key Discussion: Maybank Indonesia tunjuk komisaris baru dan bagikan dividen Rp580 M
Maybank Indonesia Tunjuk Komisaris Baru dan Bagikan Dividen Rp580 M
Jakarta – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, PT Bank Maybank Indonesia Tbk mengumumkan perubahan struktur komisaris dan direksi serta menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp580 miliar. Pemegang saham menyetujui penunjukan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris, serta Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dan Dr. Hasnita Dato’ Hashim sebagai anggota komisaris. Mariana Husin juga diangkat sebagai direktur perusahaan.
Perubahan Struktur Kepemimpinan
Perombakan jajaran kepemimpinan dilakukan untuk mendukung strategi pertumbuhan berkelanjutan Maybank Indonesia, ROAR30. Presiden Direktur Steffano Ridwan menegaskan, perubahan ini bertujuan memperkuat peran bank sebagai mitra keuangan regional, selaras dengan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar utama Maybank Group.
“Perubahan kepemimpinan ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kredibilitas Maybank Indonesia dalam menghadapi dinamika pasar,” ujar Steffano Ridwan.
Dalam keputusan yang sama, Edwin Gerungan dan Ricky Antariksa dinyatakan tidak lagi menjabat sebagai komisaris dan direktur. Sementara itu, Hendar kembali ditetapkan sebagai komisaris independen, serta Effendi sebagai direktur.
Keterangan Dividen
Dengan total laba bersih Rp1,66 triliun, 35 persen dari jumlah tersebut dialokasikan untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp7,6110 per saham. Sisanya, 65 persen atau Rp1,08 triliun, ditetapkan sebagai laba ditahan guna memperkuat modal dan memperluas operasional perusahaan.
Susunan baru Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah Maybank Indonesia meliputi: – Presiden Komisaris: Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid – Komisaris: Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, Dr. Hasnita Dato’ Hashim – Komisaris Independen: Putut Eko Bayuseno, Marina R. Tusin, Daniel James Rompas – Presiden Direktur: Steffano Ridwan – Direktur: Bambang Andri Irawan, Shaiful Andhli Yazid
Steffano Ridwan menambahkan, perusahaan akan terus mengoptimalkan kekuatan jaringan dan kapasitas globalnya, sekaligus memadukan pemahaman terhadap pasar lokal untuk mendorong pertumbuhan sektor keuangan di Indonesia.