Key Strategy: BI nilai kode etik pelaku pasar keuangan krusial demi kredibilitas

BI nilai kode etik pelaku pasar keuangan krusial demi kredibilitas

Dari Jakarta, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa penerapan standar etik dalam pasar keuangan merupakan faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan publik, efisiensi pembentukan harga, serta stabilitas pasar. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI, Thomas A.M. Djiwandono, dalam dukungan terhadap peluncuran Buku Market Code of Conduct (MCoC) Edisi Kelima, yang diterbitkan oleh Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) bersama Association Cambiste Internationale – Financial Markets Association (ACI FMA).

Peningkatan Ketidakpastian Global

Dalam pernyataannya, Thomas menekankan bahwa kode etik semakin vital menghadapi dinamika ketidakpastian global akibat tekanan geopolitik dan perubahan kebijakan ekonomi internasional. Ia menegaskan bahwa penggunaan prinsip etika dalam kegiatan pasar dapat mengurangi risiko yang muncul dari pelanggaran moral atau penyimpangan dalam praktik profesional.

“Penerapan kode etik pasar diharapkan menjadi penopang untuk mengendalikan ancaman pada sistem keuangan yang dipicu oleh perilaku tidak etis atau kesalahan dalam operasional,” ujar Thomas.

Keberlanjutan Pertumbuhan Ekonomi

Thomas juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bergantung pada pengembangan pasar keuangan yang lebih dalam. Menyusul berkembangnya pasar, diperlukan kebijakan yang konsisten dalam menerapkan kode etik untuk menjaga integritas dan kepercayaan di sektor PUVA.

Sebagai referensi, MCoC Edisi Kelima mencerminkan pembaruan dari ACI FMA Handbook 2026, yang diadopsi oleh Indonesia sebagai standar nasional. Selain itu, negara ini juga menjadi pelopor dalam mengintegrasikan FX Global Code edisi 2024. Buku ini memuat prinsip utama terkait fungsi pasar, perilaku pribadi, prosedur operasional, serta pemanfaatan teknologi untuk transaksi yang transparan dan aman.

Penerbitan MCoC Edisi Kelima diharapkan menjadi panduan utama bagi pelaku pasar keuangan dalam membangun standar etika yang konsisten. BI juga mendorong seluruh pihak terlibat untuk menerapkan prinsip ini secara berkelanjutan. Sinergi antara otoritas dan industri, kata Thomas, akan mendukung tercapainya pasar uang dan valuta asing yang dinamis serta kompeten sesuai target BPPU 2030.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *