Key Strategy: BI yakin rupiah bisa menguat, didukung fundamental ekonomi RI

BI yakin rupiah bisa menguat, didukung fundamental ekonomi RI

Jakarta – Bank Indonesia (BI) yakin nilai tukar rupiah akan tetap stabil dan menguat, terbukti oleh kekuatan fundamental perekonomian Indonesia, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi rendah, serta daya tarik imbal hasil aset keuangan domestik.

“Nilai tukar rupiah saat ini dinilai undervalued dibandingkan dengan kondisi fundamental,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI secara daring di Jakarta, Rabu.

Dalam upaya menjaga stabilitas, BI meningkatkan intervensi di pasar luar negeri dan domestik, termasuk transaksi NDF serta DNDF. Perry menegaskan bahwa cadangan devisa sebesar 148,2 miliar dolar dianggap cukup untuk memastikan stabilitas nilai tukar.

Kebijakan stabilisasi didukung oleh penguatan suku bunga instrumen moneter pro-market untuk menarik aliran investasi asing. Selain itu, BI mengontrol pertumbuhan uang primer di atas 10 persen, bahkan bisa mencapai 12 persen.

BI melihat fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat menghadapi dampak geopolitik, termasuk perang Timur Tengah. Ketahanan eksternal dinilai tetap mantap, jelas Perry.

Bank sentral juga mendukung kebijakan pemerintah dalam merespons ketidakpastian global, seperti kebijakan work from anywhere, penghematan energi, serta program biofuel B50, tambah Perry.

BI memperkuat bauran kebijakan melalui aspek makroprudensial dan sistem pembayaran, sementara kebijakan moneter tetap fokus pada stabilitas ekonomi.

Secara keseluruhan, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 berada di rentang 4,9-5,7 persen. Inflasi diharapkan tetap dalam target 2,5 plus minus 1 persen, defisit neraca transaksi berjalan antara 0,5-1,3 persen dari PDB, serta kredit meningkat antara 8-12 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *