Solution For: Angel Pieters maknai Hari Kartini sebagai momentum perempuan berjuang
Angel Pieters Maknai Hari Kartini Sebagai Momentum Perempuan Berjuang
Jakarta – Dalam perayaan Hari Kartini, penyanyi Angel Pieters menyampaikan bahwa hari ini menjadi kesempatan berharga bagi wanita untuk menunjukkan keberadaan mereka dan tetap berjuang menggapai aspirasi pribadi. “Saya ingin anak-anak melihat saya berusaha membangun identitas pribadi dan mengupayakan impian sendiri,” ujarnya, Selasa di Jakarta.
Sosok Ibu sebagai Simbol Keberanian
Bagi Angel, Hari Kartini menandai representasi keberanian perempuan dalam mengejar tujuan tanpa takut ragu. Ia menekankan bahwa inspirasi terbesarnya datang dari ibu kandungnya, yang selalu menjadi panutan utama. Menurutnya, sosok ibu menggambarkan kesempurnaan peran sebagai istri, ibu, serta individu yang kuat.
Angel berharap melalui momentum ini, pesan bahwa menjadi ibu tidak menghalangi seseorang untuk tetap berkarya dan berproses. Ia memperkuat keyakinan ini dengan mendirikan label rekaman pribadi bernama Nocturn Records, yang menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas musik.
Peluncuran Lagu “Garis Tangan”
Melalui lagu terbaru berjudul “Garis Tangan”, Angel ingin menyampaikan makna yang lebih luas tentang kesadaran diri. Lagu ini dirilis di berbagai platform digital sejak 17 April, menjelang peringatan Hari Kartini. Proses produksi melibatkan produser musik Martinus Layardo, penulis lirik Mo Kamga, serta musisi Ambram Lembono dan Kitut Sinjingo.
Menurut Angel, lagu ini tidak hanya menggambarkan takdir antara dua orang, tetapi juga menyoroti refleksi dan penerimaan terhadap kehidupan. “Ini lebih ke kesadaran diri, yakni keberanian untuk memiliki pilihan dan bertanggung jawab atasnya,” jelasnya.
Visual Lagu yang Terinspirasi Budaya Lokal
Visual lagu ini diproduksi oleh Henricus dari Artnivora, yang menciptakan karya seni secara manual dengan inspirasi dari pengalaman Angel di sebuah kuil. Ia menggambarkan keindahan ukiran batu yang menjadi simbol kekuatan dan keharmonisan dalam kehidupan.
Angel berharap lagu ini mampu menyentuh hati pendengar, khususnya para perempuan yang tengah menghadapi tantangan dalam menjalani hidup. Dengan alunan musik santai dan instrumen dawai yang dipadukan secara minimal, ia berusaha menyesuaikan dengan selera generasi Z.