Latest Program: Wamen HAM tekankan perlindungan hak anak sampaikan aspirasi di Kudus
Wamen HAM Tekankan Pentingnya Hak Anak dan Kebebasan Berekspresi
Di Jakarta, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto menyoroti peran penting perlindungan hak anak serta kebebasan berekspresi, terutama setelah seorang siswa bernama Arsya menyampaikan pendapat tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Acara tersebut berlangsung dalam audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus dan koordinasi di SMK Nurul Fatah, Kamis (23/4).
Mugiyanto menyatakan bahwa aksi Arsya dianggap sebagai bentuk partisipasi publik yang bermanfaat. Dalam perspektif HAM, kebebasan berekspresi diakui sebagai hak fundamental yang dijamin oleh konstitusi serta instrumen internasional. Maka, negara memiliki kewajiban untuk melindungi integritas fisik dan mental Arsya, termasuk dari ancaman intimidasi atau tekanan.
“Keberanian siswa berusia 17 tahun ini mencerminkan demokrasi yang sehat, karena disampaikan secara santun tanpa unsur kebencian atau pelanggaran hukum,” ujar Wamen HAM dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat.
Kementerian HAM membuka peluang bagi individu yang mengungkapkan aspirasi untuk melaporkan segala bentuk ancaman yang mungkin muncul. Mugiyanto menegaskan bahwa institusinya siap memastikan perlindungan terhadap Arsya agar tidak ada gangguan terhadap kebebasan pendapatnya. Jika ada tindakan intimidatif, pelaporan bisa ditindaklanjuti bersama instansi terkait.
Program MBG dan Upaya Penguatan Kualitas Pendidikan
Program Makan Bergizi Gratis menjadi bagian dari upaya memenuhi hak anak atas akses pangan bergizi, terutama untuk kelompok rentan. Sementara itu, pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru sebagai langkah memperkuat kualitas pendidikan. Mugiyanto menekankan bahwa kedua agenda ini sejalan dalam kerangka pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya.
Pemerintah Kabupaten Kudus disebut telah memberikan dukungan kepada Arsya dan keluarganya sejak awal April 2026 untuk memastikan lingkungan yang aman. Sekolah juga memastikan suasana belajar tetap inklusif dan mendukung proses pendidikan siswa. Langkah ini diharapkan memperkuat ruang dialog yang sehat di lingkungan sekolah serta meningkatkan komunikasi publik terkait kebijakan gizi dan pendidikan.
Komitmen terhadap perlindungan hak anak dalam ruang pendidikan menjadi bagian dari implementasi penghormatan, pemenuhan, perlindungan, penegakan, dan pemajuan HAM secara keseluruhan. Hal ini menggambarkan upaya pemerintah dalam memastikan setiap warga negara, termasuk anak, memiliki hak yang terjamin dan diperjuangkan secara berkelanjutan.