Meeting Results: Wamen HAM tekankan pendidikan perempuan dalam momentum Hari Kartini

Wamen HAM Tekankan Pendidikan Perempuan dalam Momentum Hari Kartini

Jakarta – Mugiyanto, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, menegaskan bahwa perayaan Hari Kartini seharusnya menjadi ajang untuk memperkuat akses pendidikan dan kesetaraan gender. Acara tersebut digelar di Pendopo Kartini, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Selasa. Menurutnya, perjuangan Raden Ajeng Kartini masih relevan dalam menghadapi tantangan yang dihadapi perempuan masa kini.

“Kartini tidak hanya berjuang agar diabadikan dalam upacara. Ia menulis, berperang, dan terluka demi memberi kesempatan perempuan Indonesia untuk berdiri setara, berpikir tajam, serta bermimpi tinggi,” kata Mugiyanto dalam pernyataan di Jakarta.

Menurut Mugiyanto, perjuangan Kartini berawal dari pengakuan terhadap pendidikan sebagai hak fundamental yang harus dijaga tanpa diskriminasi. Pendidikan, menurutnya, tidak boleh terbatas pada peran domestik perempuan. “Tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang utuh, serta individu yang mampu memilih, menolak, dan memimpin,” lanjutnya.

Dalam upaya meningkatkan partisipasi perempuan, pemerintah terus memperkuat kebijakan yang mendukung kesetaraan gender. Hal ini meliputi akses pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta penghapusan hambatan struktural. Upaya tersebut bertujuan memastikan perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam proses pembangunan nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan angka putus sekolah perempuan di jenjang SMA berkisar 2,14 persen. Namun, angka ini lebih tinggi di daerah-daerah yang tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kemiskinan, perkawinan dini, serta persepsi masyarakat terhadap pendidikan perempuan.

Mugiyanto menilai situasi ini memperkuat perlunya kebijakan yang lebih ketat untuk mencegah putus sekolah dan praktik perkawinan anak. Ia menambahkan bahwa tema peringatan Hari Kartini tahun ini, “Perempuan Bermimpi, Perempuan Menginspirasi,” harus diartikan sebagai ajakan untuk membuka ruang bagi perempuan dalam mengejar impian, berprestasi, dan mengambil peran strategis di berbagai bidang kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *