Announced: AI melulu
AI melulu
Merasa bosan saat menemukan topik menarik di media sosial, lalu membacanya, berpikir sejenak, dan menyadari bahwa tulisan tersebut berasal dari AI—kecerdasan imitasi—sudah menjadi hal yang lumayang sering terjadi. Fenomena ini sering muncul dalam sebuah utas, video pendek vertikal, atau bahkan pesan takarir. Rasanya kosong. Tulisan robot jauh berbeda dari tulisan manusia. Kecerdasan imitasi tidak memiliki jiwa, sehingga karya mereka terkesan hidup tanpa nadi. Meski pesan yang disampaikan mungkin benar, didukung oleh pengetahuan AI yang terus diperbarui atau bahkan dirajut dari data Google yang mengalir tak terbatas seperti Gemini, kecerdasan imitasi tetap membuat proses berpikir manusia berhenti.
Sam Altman, pendiri OpenAI, tidak sekadar meluncurkan Chat Generative Pre-trained Transformer, lalu meninggalkan pengembangan kecerdasan imitasi GPT kepada dirinya sendiri. Altman dan timnya terus berpikir untuk menghadirkan versi terbaru Chat GPT. Di sisi lain, Elon Musk membangun Grok, tetapi tujuannya bukan hanya melanjutkan proyek Space X atau merakit kendaraan Tesla berikutnya. Musk dan rekan-rekannya fokus pada inovasi Grok agar dapat diintegrasikan ke dalam Optimus, robot humanoid buatan Tesla.
Namun, AI yang menggantikan kebiasaan berpikir manusia secara perlah