Key Strategy: Beban penyakit jantung Rp17 T, Menkes dorong skrining di puskesmas

Beban Penyakit Jantung Rp17 T, Menkes Dorong Skrining di Puskesmas

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memfokuskan upaya pencegahan penyakit jantung dengan meningkatkan skrining di puskesmas. Tujuannya adalah mengurangi beban biaya yang mencapai Rp17 triliun per tahun. Menurutnya, serangan jantung seringkali menunjukkan bahwa kondisi pasien sudah terlambat diatasi. “Seharusnya, masalah ini diperiksa sejak individu masih dalam kondisi sehat,” jelasnya saat berbicara di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, Rabu. Ia menegaskan bahwa faktor utama penyebab serangan jantung meliputi hipertensi, diabetes, dan kebiasaan merokok. Oleh karena itu, Kemenkes berupaya memastikan layanan deteksi dini bisa terjangkau oleh masyarakat di tingkat puskesmas.

Kalau kita punya darah tinggi, gula tinggi, dan merokok, maka melalui Program Cek Kesehatan Gratis, kondisi tersebut bisa ditangani sejak awal di puskesmas. Jika tiga sampai lima tahun tidak diatasi, risiko serangan jantung atau stroke akan meningkat drastis,” kata Menkes.

Menkes juga menyebutkan bahwa pemerintah sedang mengembangkan strategi dengan memasang elektrokardiogram (EKG) di seluruh puskesmas di Indonesia. Langkah ini bertujuan memungkinkan penanganan awal penyakit jantung tanpa harus ke rumah sakit. “Dengan teknik probolisis, layanan ini bisa dilakukan oleh tenaga medis di puskesmas, sehingga menekan jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit dan mengurangi beban BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, Kemenkes bekerja sama dengan Tokushukai Medical Group Jepang menjadikan RSJPD Harapan Kita sebagai pusat pendidikan dan penelitian jantung terbesar di Asia. “Kita telah berbagi dokter dan ilmu pengetahuan, kini juga berbagi aset untuk memperkuat kapasitas tenaga medis,” tambah Menkes. Ia menyoroti bahwa kemitraan ini tidak hanya meningkatkan jumlah dokter, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan mereka.

Menkes optimis bahwa kerja sama kuat antara kedua pihak akan mendorong peningkatan layanan kesehatan jantung bagi masyarakat Indonesia. “Setiap tahun, penyakit jantung menjadi beban biaya terbesar BPJS Kesehatan, jadi peningkatan deteksi dini sangat penting untuk meminimalkan dampaknya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *