Key Strategy: Kemensos-UIN Palu teken MoU penyelenggaraan kesejahteraan sosial
Kemensos dan UIN Palu Teken MoU untuk Percepatan Kesejahteraan Sosial
Palu, Sulawesi Tengah – Kementerian Sosial (Mensos) Republik Indonesia serta Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam upaya meningkatkan program kesejahteraan sosial. MoU ini bertujuan mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui kerja sama yang lebih intensif antara lembaga pemerintah dan institusi pendidikan tinggi.
Menurut Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyelesaikan berbagai isu sosial. “Perguruan tinggi seperti UIN Datokarama dapat memberikan kontribusi strategis untuk mendukung program pemberdayaan dan pendampingan masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama yang berada di bawah garis kemiskinan bergantung pada integrasi ilmu pengetahuan ke dalam praktik sosial.
“Oleh karena itu, sangat relevan jika hari ini kita berbicara tentang kesejahteraan sosial, kemiskinan, dan masa depan bangsa. Karena seluruh disiplin ilmu pada hakikatnya bermuara pada satu tujuan besar, yaitu menghadirkan keadilan sosial dan kebermanfaatan bagi umat manusia,” kata Mensos.
Penandatanganan MoU dilakukan di Kampus 1000 Mimpi UIN Datokarama, dalam rangkaian acara Wisuda ke-46 Sarjana, Magister, dan Doktor di Kota Palu. Mensos menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh terbatas pada teori, melainkan harus diterapkan untuk mengatasi masalah nyata di masyarakat. “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat dalam pembangunan sosial,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kemiskinan masih menjadi tantangan utama yang memerlukan penanganan lintas sektor. “Kolaborasi kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi diperlukan untuk memperkuat program kesejahteraan sosial agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” terangnya. Kerja sama ini akan mencakup pengembangan model kebijakan, strategi, dan program di bidang pendidikan, pelatihan, serta kegiatan sosial.
Program MoU menekankan pendampingan dan pemberdayaan bagi kelompok rentan, seperti eks narapidana terorisme (eks napiter). “Kita ajak mereka untuk kembali berbaur, mengampanyekan cinta NKRI, dan memperkuat semangat kerukunan serta kebersamaan,” ujarnya. Dalam aspek pemberdayaan, Kemensos akan menyesuaikan intervensi sesuai kebutuhan individu.
“Kalau ingin jadi pekerja terampil kita bantu pelatihan, kalau ingin usaha kita bantu permodalan. Semua berdasarkan asesmen kebutuhan,” tambah Mensos.
Rektor UIN Datokarama, Prof Lukman Thahir, mengatakan bahwa kehadiran Menteri Sosial di Palu serta penandatanganan MoU menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat upaya pengentasan kemiskinan. “UIN Datokarama siap mendukung Kemensos dalam pendampingan dan pembinaan masyarakat, termasuk dalam program mitra deradikalisasi,” tambahnya.