Key Strategy: Kepala BGN: Rp60 triliun anggaran telah tersalur ke setiap akun SPPG
Kepala BGN: Rp60 Triliun Dana MBG Tersalurkan ke Akun SPPG
Kota Padang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mengalirkan dana sebesar Rp60 triliun melalui akun SPPG virtual, demikian diungkapkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Ia menyatakan angka ini diperoleh dari total dana MBG yang dialokasikan sebesar Rp268 triliun oleh pemerintah pusat. “Alhamdulillah, sampai hari ini dari Rp268 triliun anggaran MBG kita sudah mentransfer Rp60 triliun via akun SPPG,” ujar Dadan Hindayana di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu.
Program Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Dadan menegaskan bahwa selama Januari hingga April 2026, BGN telah mendorong perekonomian di berbagai wilayah sebesar Rp60 triliun. Salah satu contoh nyata dampak program ini terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebelum MBG, harga jeruk di daerah tersebut anjlok hingga Rp4.000/kg, sehingga para petani terpaksa mencari mata pencaharian lain dengan menebang pohon-pohon jeruk. Namun setelah MBG diimplementasikan, harga komoditas itu naik drastis menjadi Rp10.000/kg.
“Dengan adanya MBG, harga jeruk meningkat tajam, menciptakan peluang ekonomi baru bagi petani,” tambah Dadan.
Dana SPPG: Bahan Pokok yang Dibutuhkan
Menurut Dadan, setiap SPPG memerlukan pasokan bahan pokok dalam jumlah besar. Sebagai ilustrasi, setidaknya dibutuhkan lima ton beras atau sepuluh ton gabah kering per bulan untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat. Selain itu, SPPG juga mengandalkan buah-buahan, sayuran, ikan, telur ayam, dan susu.
“MBG tidak hanya menjamin akses makanan bergizi, tapi juga memperkuat ketergantungan masyarakat pada asupan nutrisi yang tepat,” kata Dadan.
MBG sebagai Bentuk Penguatan Gizi dan Ekonomi
Dadan menekankan bahwa MBG bertujuan memberdayakan masyarakat, terutama dalam mencegah stunting. Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi sangat bergantung pada kebutuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. “Dengan mengoptimalkan gizi di masa awal kehidupan, kita berharap muncul generasi yang sehat dan cerdas di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, program ini bukan hanya mendukung kesehatan ibu hamil dan anak, tetapi juga memberikan dampak luas pada ekonomi lokal. “MBG harus didukung bersama untuk mencapai hasil maksimal,” tambah Dadan, menyoroti peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.