Key Strategy: UIN Ar-Raniry siap jadi pelopor zona KHAS perguruan tinggi di Aceh
UIN Ar-Raniry Menjadi Pionir Zona KHAS di Aceh
Banda Aceh – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menunjukkan komitmen untuk menjadi pelopor penerapan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di lingkungan perguruan tinggi Aceh. Rektor UIN tersebut, Prof Mujiburrahman, menyatakan bahwa penunjukan institutnya sebagai pusat pengembangan Zona KHAS adalah langkah strategis dalam membangun ekosistem halal di bidang akademik serta memperkuat citra kampus berbasis syariah.
Strategi Pengembangan Zona KHAS
Menurut Prof Mujiburrahman, inisiatif ini akan difokuskan pada pusat kegiatan kampus seperti kantin dan area strategis, dengan mempertimbangkan faktor kelayakan, kesesuaian standar, serta kenyamanan akses bagi seluruh civitas akademika. “Ini bukan sekadar program, tetapi bagian dari upaya memperkuat identitas UIN Ar-Raniry sebagai institusi pendidikan yang terintegrasi dengan prinsip Islam,” tuturnya.
“UIN memiliki kapasitas akademik dan sumber daya yang mumpuni untuk menjadi contoh nyata pengembangan Zona KHAS di Aceh,” ungkap Prof Syahrizal Abbas, Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh.
Prof Syahrizal Abbas menekankan bahwa Zona KHAS merupakan program nasional yang bertujuan menyatukan standar produk dan layanan halal, aman, serta sehat dalam satu lingkungan. Ia menilai UIN Ar-Raniry memiliki peluang besar untuk memimpin pengembangan konsep ini di wilayah Aceh.
Opportunitas bagi Mahasiswa
M Ilham Wiratama, perwakilan Bank Indonesia Aceh, mengatakan kehadiran Zona KHAS di UIN Ar-Raniry bukan hanya memperkuat ekosistem halal, tetapi juga menciptakan ruang untuk pengembangan riset dan inovasi mahasiswa. “Ini menjadi laboratorium praktis bagi mahasiswa dalam membangun ekonomi syariah, sekaligus mendorong adopsi teknologi QRIS dalam transaksi,” tambahnya.
Deklarasi komitmen penerapan Zona KHAS di lingkungan perguruan tinggi akan berlangsung dalam rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah Aceh pada akhir April 2026. UIN Ar-Raniry diharapkan menjadi contoh yang dapat diikuti oleh institusi pendidikan lain di tingkat regional maupun nasional.