Latest Program: Anggota DPR RI minta Fatayat NU perkuat pola asuh anak

Anggota DPR RI Mintai Fatayat NU Perkuat Pola Asuh Anak

Purwokerto – Siti Mukaromah, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII, menekankan pentingnya Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) meningkatkan pendekatan pengasuhan anak sebagai jawaban atas perubahan teknologi dan dinamika sosial yang terus berkembang. Usai membuka acara Fatayat Fest yang merayakan hari kelahiran Fatayat NU ke-76 di kompleks Menara Teratai, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat, ia menyoroti fungsi ibu sebagai pengaruh utama dalam membentuk generasi mendatang.

Pola Asuh Sebagai Fondasi Pendidikan

“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya,” ujarnya. Menurut Erma, pendekatan dalam lingkungan keluarga sangat menentukan kualitas pembelajaran anak. Ia menambahkan bahwa kemajuan teknologi modern memudahkan anak mengakses informasi secara bebas dan terus-menerus, bahkan sejak usia dini.

“Anak-anak usia 2-3 tahun kini bisa mengakses berbagai tontonan melalui handphone. Ini menjadi tantangan besar bagi para ibu untuk memastikan konten yang diakses anak tetap terkontrol,” kata Erma.

Kondisi ini mengharuskan orang tua, khususnya ibu, lebih aktif dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak. Ia menilai peran perempuan di era sekarang semakin rumit karena harus mengimbangi tugas sebagai anggota masyarakat yang berkontribusi dan sebagai ibu yang tanggung jawab dalam pendidikan anak.

Pentingnya Keterlibatan dalam Aktivitas Sosial

Dalam kesempatan itu, Erma mengingatkan bahwa keterlibatan perempuan dalam organisasi dan kegiatan sosial tidak boleh mengurangi tanggung jawab utama mereka dalam mendampingi pertumbuhan anak. “Jangan sampai kita aktif di organisasi, tetapi anak-anak kita tidak terarah karena kurang pengawasan dalam penggunaan teknologi,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya menjaga kesehatan mental anak di tengah arus informasi digital yang semakin masif. Tanpa pengawasan yang memadai, paparan konten digital bisa memengaruhi karakter, perilaku, hingga kualitas generasi di masa depan.

“Fatayat harus mampu melahirkan perempuan yang tidak hanya aktif di masyarakat, tetapi juga kuat dalam membangun keluarga dan mendidik anak-anaknya,” katanya.

Erma juga mengajak kader Fatayat NU menjadi contoh dalam menjaga nilai kesopanan dan norma di lingkungan keluarga. Dengan penguatan pola asuh yang tepat, ia berharap Fatayat NU bisa berkontribusi dalam mencetak generasi yang berkualitas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *