Latest Program: Kepala BGN: Dalam kurun satu tahun empat bulan berdiri 27.000 SPPG
Kepala BGN: 27.000 SPPG Berdiri dalam 14 Bulan
Kota Padang – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan telah mencapai target pembuatan 27 ribu lebih Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dalam waktu 14 bulan. Capaian ini dilakukan sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam wawancara di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu, Dadan Hindayana, Kepala BGN, menyatakan bahwa 27 ribu SPPG tersebut tersebar dari ujung Sabang hingga Merauke.
Sumbar Catat 404 SPPG, 70 di Kota Padang
Dalam wilayah Sumatera Barat, BGN mencatat adanya 404 SPPG. Dari jumlah tersebut, 70 unit berada di Kota Padang. Dadan menjelaskan bahwa jumlah ini mendorong aliran dana mencapai Rp400 miliar di Ranah Minang untuk mendukung kebutuhan program MBG. “Dari dana tersebut, 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku,” tutur Dadan.
“Dan dari uang tersebut yang masuk ke virtual account di setiap SPPG, 70 persennya digunakan untuk membeli bahan baku,” kata Dadan Hindayana.
Kepala BGN menekankan bahwa MBG bukan hanya membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat dan berprestasi, tetapi juga memberi dampak langsung pada pertanian serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, sekitar 95 persen bahan makanan yang digunakan berasal dari sektor pertanian, sehingga memberi peluang besar bagi petani, peternak, nelayan, dan sektor terkait. Sementara 20 persen dari anggaran digunakan untuk operasional, termasuk gaji relawan yang berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp3,5 juta per bulan.
Berdasarkan laporan daerah, Dadan menyebut program MBG berpengaruh positif terhadap penurunan angka kemiskinan, pengangguran, serta peningkatan rasio gini. “Saya mendapat laporan masyarakat juga bersemangat untuk bertani, menanam, memelihara ternak, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan di Padang dan Sumatera Barat juga demikian,” tambahnya.