Latest Program: Menkomdigi dorong transformasi layanan publik lewat ruang digital
Transformasi Layanan Publik Melalui Ruang Digital
Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid menekankan pentingnya perluasan akses ke ruang digital sebagai bagian dari upaya mengubah cara pelayanan publik. Ia menyoroti bahwa masyarakat saat ini sudah sangat terbiasa menggunakan teknologi digital, sehingga layanan publik perlu beradaptasi dengan kebutuhan mereka. “Kita tidak boleh mengharapkan masyarakat mengikuti kebijakan kita, melainkan kebijakan harus menyesuaikan kehidupan mereka di dunia digital,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu.
Contoh Inovasi dari BPJS Kesehatan
Meutya mengapresiasi inisiatif BPJS Kesehatan yang menghadirkan layanan administrasi 24 jam melalui WhatsApp. Layanan ini, yang dinamakan PANDAWA, menjadi salah satu bukti nyata bagaimana transformasi digital bisa mendorong efisiensi dalam proses layanan publik. Menurutnya, pemanfaatan platform pesan instan menunjukkan keberhasilan dalam mengakses masyarakat secara luas dan praktis.
“Sekitar 90,8 persen pengguna internet di Indonesia memilih layanan chat sebagai alat komunikasi utama. Ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis pesan teks sangat efektif dalam menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas,” kata Meutya.
Berdasarkan riset, sebanyak 80,66 persen penduduk Indonesia, sekitar 230 juta jiwa, telah terhubung ke internet. Mayoritas dari mereka menggunakan layanan komunikasi berbasis chat, sehingga langkah BPJS Kesehatan dalam mengintegrasikan WhatsApp ke dalam sistem digitalnya dianggap tepat. Meutya juga menyebutkan bahwa infrastruktur digital nasional sudah cukup mendukung perluasan layanan ke ruang digital.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Menkominfo menilai bahwa inovasi PANDAWA merupakan bagian dari transformasi digital yang sejalan dengan visi nasional. Ia berharap lebih banyak lembaga publik mengadopsi pendekatan serupa, dengan membangun layanan yang terintegrasi dan proaktif. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan transformasi ini, karena akan mengurangi inefisiensi anggaran serta waktu,” tambahnya.
“Transformasi digital tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang kesadaran masyarakat dan kemampuan instansi pemerintah untuk beradaptasi. Kami percaya bahwa layanan seperti ini dapat memperkuat kepercayaan publik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tutup Meutya.