Main Agenda: Undana jajaki kerja sama vokasi dan budaya dengan universitas Tiongkok

Undana jajaki kerja sama vokasi dan budaya dengan universitas Tiongkok

Kupang, NTT – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sedang mengeksplorasi kesepakatan kerja sama strategis dalam bidang pendidikan vokasi, penelitian, serta pertukaran budaya dengan Universitas Jiangxi Science and Technology Normal di Tiongkok. Langkah ini bertujuan memperluas jaringan internasional kampus tersebut.

Strategi Kolaborasi

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menyatakan bahwa kerja sama internasional yang dibangun harus memberikan dampak konkret bagi pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Kami ingin kerja sama ini bersifat global namun tetap sesuai dengan konteks lokal. Institusi mitra memiliki keunggulan dalam sistem pembelajaran vokasi yang mencakup seluruh tahap industri,” jelasnya.

“Hal ini sangat strategis untuk meningkatkan kapasitas SDM kita di bidang pertanian dan kesehatan hewan,” ujarnya.

Program Khusus

Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pendidikan vokasi di sektor pertanian modern, peternakan, perikanan, serta energi terbarukan, sesuai dengan karakteristik wilayah NTT. Menurut Prof. Jefri, sektor-sektor tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pendekatan pendidikan praktis dan kolaborasi riset internasional.

Peran Confucius Institute

Selain peningkatan akademik, pertemuan antara kedua universitas juga membahas kemungkinan pendirian Confucius Institute di Undana. Institusi ini akan berfungsi sebagai pusat pembelajaran bahasa dan budaya Tiongkok untuk mahasiswa serta masyarakat NTT secara umum.

“Undana harus memiliki ciri khas sendiri dalam membangun kerja sama ini agar mampu memberikan nilai tambah yang unik,” kata Prof. Tao Xian Guang, perwakilan dari Jiangxi Science and Technology Normal University.

Menurut Prof. Tao, model kerja sama yang berbasis kebutuhan lokal akan memastikan keberlanjutan serta relevansi kerja sama antar perguruan tinggi. Penjajakan ini juga membuka peluang pengembangan program pertukaran mahasiswa dan dosen, gelar bersama, serta riset kolaboratif lintas negara. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan muncul inovasi pendidikan yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di NTT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *