New Policy: ABK berhak atas pendidikan bermutu tanpa diskriminasi

ABK berhak atas pendidikan bermutu tanpa diskriminasi

Dalam upaya memastikan semua anak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) layak mendapatkan layanan pendidikan yang merata dan tidak dibedakan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara serah terima pengelolaan Sekolah Luar Biasa (SLB) B Yakut kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyumas, di Purwokerto, Jawa Tengah, pada hari Sabtu.

Penguatan Layanan Pendidikan ABK

Mu’ti menyoroti upaya pemerintah dalam memperkuat sistem pendidikan bagi ABK melalui berbagai bentuk layanan, seperti pendidikan inklusif, sekolah luar biasa, dan model pendidikan yang melibatkan komunitas. “Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan pendidikan bagi ABK, dengan memperbaiki layanan di berbagai tingkatan,” ujarnya.

“Anak-anak berkebutuhan khusus tidak boleh dikucilkan, mereka adalah bagian dari anak Indonesia yang harus kita rangkul dan kembangkan potensinya,” tambah Mu’ti.

Menurutnya, pendidikan inklusif bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri serta empati di kalangan siswa. Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung keberhasilan pemerintah dalam menyempurnakan sistem penerimaan murid baru melalui empat jalur, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Jalur afirmasi khusus diberikan untuk anak dari keluarga kurang mampu dan ABK agar akses pendidikan lebih luas.

SLB B Yakut Dikelola oleh Muhammadiyah

Ketua Yayasan Kesejahteraan Usaha Tama (Yakut), Agung Praptapa, menyampaikan bahwa yayasan resmi menyerahkan pengelolaan SLB B Yakut kepada Muhammadiyah. “Semua aspek seperti gedung, siswa, guru, hingga keuangan kami serahkan sepenuhnya,” katanya.

“Ini adalah langkah penting untuk melanjutkan amanah keluarga sekaligus memperluas dampak lembaga pendidikan ini bagi masyarakat,” tambah Agung.

Dalam penyerahan tersebut, SLB Yakut sudah memiliki lebih dari 300 siswa, terdiri dari 119 di SLB B dan 200 di SLB C. Pengelolaan oleh Muhammadiyah diharapkan bisa memperkuat peran organisasi tersebut dalam pendidikan inklusif.

Komitmen PDM Banyumas

Ketua PDM Kabupaten Banyumas, M Djohar, menyatakan siap mengemban tanggung jawab pengelolaan SLB B Yakut. “Ini amanah besar yang harus kami jalankan sebaik mungkin,” ujarnya.

“Kami berharap lembaga ini bisa terus memberikan layanan pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat keberadaan Muhammadiyah dalam pembangunan pendidikan inklusif,” katanya.

Serah terima dilakukan secara resmi dan dihadiri oleh pihak-pihak terkait. Acara ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengakui hak ABK dalam pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *