New Policy: Badan Karantina kawal distribusi hewan kurban melalui tol laut
Badan Karantina Kawal Distribusi Hewan Kurban Melalui Tol Laut
Mataram – Badan Karantina Indonesia meningkatkan pengawasan ketat terhadap pengiriman hewan qurban via skema tol laut. Tujuannya adalah memastikan ternak yang dikirim antarpulau tetap sehat dan aman menjelang Hari Raya Idul Adha. Deputi Bidang Karantina Hewan, Sriyanto, menjelaskan bahwa tol laut dianggap sebagai langkah strategis untuk mendukung distribusi hewan kurban, seperti dari Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Pulau Jawa dan Kalimantan.
“Penggunaan kapal khusus ternak sangat penting. Di atas kapal, hewan tidak terus-menerus berada dalam truk atau kendaraan darat, melainkan diturunkan ke kandang yang telah disiapkan,” kata Sriyanto dalam pernyataan di Mataram, Senin.
Pada 19 April 2026, Sriyanto meninjau pengiriman sapi untuk kebutuhan Idul Adha di Pelabuhan Bima, Pulau Sumbawa. Ia menjelaskan bahwa kapal angkut khusus ternak dapat mengurangi tingkat stres hewan, karena memiliki fasilitas standar perawatan yang memadai.
“Kondisi fisik dan kesehatan ternak tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen, karena mereka bisa beristirahat secara layak selama perjalanan,” tambahnya.
Badan Karantina mencatat, sebanyak 2.188 ekor sapi telah diterjunkan melalui fasilitas tol laut menggunakan KMP Camara Nusantara 3. Rincian pengiriman mencakup 948 ekor dari Bima ke wilayah Jabodetabek, serta 1.240 ekor menuju Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Sriyanto menegaskan bahwa pihaknya terus mengawasi distribusi hewan qurban, terutama selama masa puncak pengiriman sebelum Idul Adha. Hal ini untuk memastikan keamanan pangan dari sumber hewan dan mencegah penyebaran penyakit.
“Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antarwilayah menyampaikan komitmen pemerintah dalam memperkuat keberadaan kapal khusus ternak guna mendukung distribusi pangan nasional,” ujar Djoko Hartoyo, Asisten Deputi dari Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Djoko Hartoyo menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan armada tol laut memadai, terutama saat periode puncak pengiriman qurban.