New Policy: HNW: Perkuat diplomasi haji untuk penambahan kuota
HNW: Perkuat Diplomasi Haji untuk Penambahan Kuota
Dari Jakarta, Wakil Ketua MPR RI serta anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menekankan pentingnya peningkatan diplomasi haji sebagai upaya untuk meningkatkan kuota umat Muslim Indonesia. Ia menyatakan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk mengatasi antrean jamaah haji yang terus memanjang.
Strategi Diplomasi dan Potensi Negosiasi
HNW menjelaskan bahwa kuota haji saat ini berdasarkan rasio 1:1.000 terhadap jumlah populasi Muslim di Indonesia. Namun, skema ini masih bisa dinegosiasikan untuk peningkatan lebih besar. “Kalau memungkinkan, rasio itu bisa ditingkatkan, misalnya menjadi 2:1.000,” ujarnya.
“Diplomasi haji harus dijalankan untuk memperoleh tambahan kuota, termasuk melalui koordinasi di tingkat OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) serta kolaborasi dengan negara-negara yang memiliki kuota haji yang tidak terpakai,” kata dia.
Menurut HNW, setiap penambahan kuota tetap harus berpedoman pada ketentuan undang-undang yang berlaku, khususnya soal pembagian kuota antara haji reguler dan haji khusus. “Tujuan utama kita adalah memangkas daftar tunggu yang panjang agar masyarakat tidak harus menunggu hingga puluhan tahun untuk berangkat haji,” tambahnya.
Upaya dengan Arab Saudi
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah berdiskusi dengan Arab Saudi mengenai penggunaan kuota haji dari negara tetangga. Meski demikian, kesepakatan belum tercapai. “Itu sudah pernah kita jajaki, tapi pemerintah Saudi kayaknya masih belum welcome (terbuka) dengan pola yang ini. Nanti kita coba bicara lagi dengan pemerintah Saudi,” ucap Menhaj Irfan ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4).