New Policy: Menteri LH tetapkan 20 wilayah aglomerasi prioritas PSEL
Menteri Lingkungan Hidup Tetapkan 20 Wilayah Aglomerasi Prioritas PSEL
Di Jakarta, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengumumkan 20 wilayah aglomerasi dari 47 kabupaten dan kota akan menjadi prioritas pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Ia menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo menekankan perlunya fokus pada daerah yang menghasilkan sampah di atas 1.000 ton per hari. Penjelasan ini diungkapkan dalam konferensi pers bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi serta Kepala BKPM Rosan Roeslani di Gedung Danantara, Selasa.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menetapkan 20 wilayah aglomerasi… surat keputusan resmi dari KLH,” kata Hanif.
Dalam penjelasannya, Hanif menjelaskan bahwa 20 wilayah tersebut telah memenuhi standar awal dan mendapat persetujuan formal dari KLH. Namun, untuk kota dengan sampah antara 500 hingga 1.000 ton per hari, syarat utama Peraturan Presiden belum terpenuhi. Sampai saat ini, berdasarkan evaluasi tim gabungan, ada tujuh wilayah aglomerasi yang memenuhi kriteria untuk pembangunan PSEL, meski tidak mencapai ambang 1.000 ton.
“Tim gabungan telah menyatakan kecukupannya… karena dalam Perpres 109 yang boleh digunakan PSEL adalah aglomerasi kota dengan sampah 1.000 ton atau lebih per hari,” tambahnya.
Menurut Hanif, masih ada empat wilayah aglomerasi di 14 kabupaten/kota yang sedang diverifikasi dan belum mendapatkan rekomendasi. Oleh karena itu, total wilayah aglomerasi yang diserahkan kepada pihak terkait untuk investasi PSEL mencapai 31, yang tersebar di 86 kabupaten/kota. “KLH akan terus mengawasi proses dan manajemen lapangan,” ujarnya.
Kolaborasi untuk Teknologi PSEL
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyampaikan bahwa KLH dan Danantara terus bekerja sama dalam mendorong penggunaan teknologi yang mendukung program PSEL. “Kita terbuka untuk teknologi lain, tetapi yang terpenting adalah teknologi yang sudah terbukti efektif di berbagai negara,” katanya.
Menurut Rosan, pemerintah menekankan pentingnya program PSEL berjalan cepat, efisien, dan diterima oleh masyarakat, terutama di lingkungan tempat pengelolaan sampah. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek yang menguntungkan lingkungan dan ekonomi.