New Policy: Harga Emas Naik Terus, Banyak Orang Pilih Tunda Menikah
Harga Emas Naik Terus, Banyak Orang Pilih Tunda Menikah
Di Jakarta, kenaikan harga emas dalam beberapa minggu terakhir memengaruhi keputusan pembelian perhiasan, termasuk cincin pernikahan dan tunangan. Banyak masyarakat mulai mempertimbangkan ulang rencana lamaran dan mencari opsi yang lebih terjangkau. Menurut data logammulia.com, situs resmi PT Antam, harga emas per gram di LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta mencapai Rp2.863.000, naik Rp45.000 dari hari sebelumnya.
Kenaikan ini terjadi setelah penurunan harga pada Senin lalu, yang mencatatkan angka Rp2.818.000 per gram. Harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan, mencapai Rp2.639.000 per gram hari ini, naik Rp54.000 dibandingkan transaksi sebelumnya. Volatilitas harga emas terpicu oleh kondisi geopolitik yang masih memanas, dengan kenaikan hampir 70% sejak awal tahun lalu.
“Para pembeli mengalami kejutan harga yang signifikan,” kata Peter Manka Jr., salah satu pemilik Ben Garelick di New York, seperti yang dilaporkan Business Insider.
Dampak terbesar dari kenaikan harga emas terlihat pada perhiasan berbahan emas murni, seperti cincin kawin polos, cincin tumpuk tebal, dan cincin tanpa batu besar. Sebagai contoh, cincin pertunangan di Ben Garelick dengan berlian buatan laboratorium di bagian tengah berkisar US$1.544 pada 2023, kemudian naik ke US$1.633 di tahun berikutnya. Di tahun 2025, harga mencapai US$2.408, naik 47% dibandingkan tahun sebelumnya.
Manka menyebutkan perubahan perilaku konsumen terjadi akibat kenaikan harga. Sebanyak 25%-30% pembeli memutuskan menunda pembelian cincin tunangan, harapannya harga emas akan kembali turun. Penundaan proses lamaran berpotensi memengaruhi keputusan menikah, bahkan jumlah calon pengantin yang mempertimbangkan tidak menikah sama sekali bisa meningkat.
Vivian Grimes, pendiri merek mewan Henri Noel, menyampaikan pendapat serupa. Banyak pelanggan kembali menggunakan perhiasan tradisional yang telah dimiliki. “Klien menyadari bahwa perhiasan yang tersimpan di laci seringkali merupakan salah satu aset paling bermakna dan berharga yang sudah mereka miliki,” kata Grimes.
Sementara itu, Max Baecker, presiden American Hartford Gold, menambahkan bahwa masyarakat kini lebih bijak dalam memilih pembelian. Emas kini dianggap sebagai aset yang bernilai. “Ada pengakuan yang makin meningkat bahwa emas