Presiden ajak umat jadikan Dharma Shanti momentum saling memaafkan
Presiden Ajak Umat Hindu Manfaatkan Dharma Shanti 2026 untuk Meningkatkan Kerukunan
Denpasar – Pada acara virtual di Bali, Presiden RI Prabowo Subianto mengajak seluruh umat Hindu menjadikan Dharma Shanti Nasional 2026 sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan persaudaraan dan melatih sikap saling memaafkan. “Dharma Shanti adalah ajang yang bisa kita gunakan untuk menciptakan keharmonisan, mempererat tali persaudaraan, serta mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dharma Shanti dalam Bingkai Nyepi Saka 1948
Perayaan Dharma Shanti Nasional 2026 dilaksanakan dalam rangka Hari Suci Nyepi Saka 1948. Presiden menilai momen ini sangat tepat untuk umat Hindu memperkuat semangat persatuan, harmoni, serta kedamaian. Ia menekankan bahwa penyepian yang dilakukan umat Hindu berkontribusi besar dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Kita adalah bangsa besar yang harmonis meski beragam, serta memiliki kekuatan dari toleransi dan perbedaan. Berbeda tapi tetap satu,” tambah Prabowo.
Nilai Filosofis yang Menjadi Dasar
Dalam pidatonya, Presiden juga mengingatkan umat Hindu untuk mengamalkan prinsip Tat Twam Asi, yaitu “aku adalah engkau,” sehingga mendorong keharmonisan antar sesama. Selain itu, konsep Tri Hita Karana yang mengajarkan keseimbangan antara Tuhan, sesama manusia, dan alam juga dianggap sebagai fondasi kekuatan Indonesia.
Presiden yakin, umat Hindu secara aktif berperan dalam menjaga keharmonisan sosial dan persatuan nasional. Dengan menjunjung gotong royong, kerja sama, serta sikap saling mendukung, mereka menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia yang adil dan makmur.
Tema Vasudhaiva Kutumbakam Dalam Dharma Shanti 2026
Ketua Panitia Dharma Shanti Nasional 2026, I Made Susila Adnyana, menegaskan bahwa tema tahun ini mengambil pendekatan “Vasudhaiva Kutumbakam,” yang berarti “semua makhluk di bumi adalah satu keluarga.” Tema ini dianggap sebagai pengingat akan keterhubungan antar individu dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui Dharma Shanti, kita bisa menumbuhkan sikap saling menghargai dan kerukunan umat beragama di seluruh Indonesia,” jelasnya.