Main Agenda: Pemerintah sebut film bagian dari perjalanan peradaban bangsa
Pemerintah sebut film bagian dari perjalanan peradaban bangsa
Di Jakarta, dalam diskusi revisi UU Perfilman yang diadakan secara daring, Kementerian Kebudayaan kembali mengungkapkan pentingnya film dalam membentuk peradaban kebudayaan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Mahendra, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, menyatakan bahwa film memiliki peran strategis di berbagai bidang seperti seni, teknologi, dan budaya.
“Film menjadi bagian karena ternyata punya posisi yang sangat strategis, mulai dari kebudayaan, seni, teknologi, dan sebagainya. Film ini akumulasi dari seluruh bidang-bidang itu semua,” ujarnya.
Mahendra menekankan bahwa film harus mencakup nilai-nilai kebudayaan serta aspek pendidikan, karena film memiliki kapasitas untuk menyampaikan berbagai elemen tersebut. Ia juga menyerukan para sineas untuk menciptakan narasi yang mampu membanggakan masyarakat Indonesia.
“Jadi identitas, kesadaran-kesadaran berbangsa, dan sebagainya, tentu ada tujuan pembuat film itu harus sampai (ke penonton),” tambahnya.
Sementara itu, Fauzan Zidhi, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia, menyampaikan harapannya bahwa festival-festival film di Indonesia mampu menjadi wadah pendorong bagi para sineas. “Harapannya dalam empat tahun ke depan itu, sebetulnya festival-festival itu kan bayangan saya kawah candradimuka, sebenarnya kalau di luar negeri misalnya satu festival di Asia kemudian film pertama Indonesia masuk di situ,” jelas Fauzan.
Menurutnya, kehadiran festival film yang memutarkan karya antarnegara dapat memperkuat identitas bangsa dan membuka jejaring luas bagi para pembuat film nasional. “Jadi ada festival di Indonesia yang membesarkan calon-calon filmmaker kita, calon-calon pengganti kita di masa depan, diberi ruang untuk tumbuh, diberi ruang untuk bisa berkolaborasi,” katanya.