Special Plan: Wamen PU: Sekolah Rakyat buka kesempatan masyarakat miskin bersekolah
Diana Kusumastuti: Sekolah Rakyat Membuka Akses Pendidikan bagi Kelompok Miskin
Jakarta – Dalam wawancara dengan ANTARA, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti mengungkapkan program Sekolah Rakyat bertujuan memberikan kesempatan pendidikan kepada masyarakat yang berada pada desil satu dan dua. “Program ini memastikan kelompok miskin ekstrem serta miskin bisa menikmati hak bersekolah,” terangnya. Selain itu, Diana menyebutkan Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan akses pendidikan di kalangan masyarakat kurang mampu.
“Dengan adanya Sekolah Rakyat, mereka yang desil satu (miskin ekstrem) dan desil dua (miskin) mendapatkan kesempatan untuk sekolah. Ini mendorong peningkatan akses pendidikan,” ujar Diana kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (22/4) malam.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan 97 titik Sekolah Rakyat tahap II akan rampung pada Juni 2026. Percepatan pekerjaan di berbagai daerah menjadi strategi utama untuk memastikan fasilitas pendidikan siap digunakan sebelum musim belajar baru. “Percepatan kerja dilakukan agar sekolah bisa dimanfaatkan sesuai rencana pemerintah,” jelas Dody.
Menurut data Kementerian PU per 14 April 2026, 20 persen dari 97 titik pembangunan telah mencapai progres 30–40 persen. Namun, ada empat titik yang belum dimulai atau progresnya nihil, serta 70 titik lainnya masih di bawah 30 persen. Kondisi ini mendorong penguatan pengawasan dan kolaborasi lintas unit di lingkungan kementerian.
Dody menekankan perlunya konsolidasi harian serta peran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Cipta Karya, dan Bina Marga untuk mendorong percepatan pekerjaan. “Progres di lapangan masih bervariasi, sehingga diperlukan koordinasi lebih intensif,” tambahnya.