Latest Update: Israel Bunuh Jurnalis di Lebanon, Tembaki Ambulans dan Tim Penyelamat
Israel Menewaskan Jurnalis di Lebanon, Serang Ambulans dan Tim Penyelamat
Jakarta, Serangan udara Israel kembali mengakibatkan korban di Lebanon Selatan, terutama dalam insiden yang menewaskan seorang jurnalis setelah serangan kedua menghancurkan bangunan di mana ia tertimbun. Menurut laporan, tim penyelamat mengalami kesulitan mencapai lokasi akibat tembakan tambahan dari pihak Israel.
Korban dan Konteks Konflik
Korban yang meninggal adalah Amal Khalil, jurnalis untuk media lokal Al Akhbar, yang saat itu meliput situasi di dekat kota al-Tayri bersama fotografer Zeinab Faraj. Saat serangan awal menghantam kendaraan mereka, keduanya berlari ke sebuah rumah dekat lokasi. Namun, bangunan itu kembali menjadi sasaran serangan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
“Tim penyelamat hanya bisa kembali ke lokasi empat jam setelah serangan pertama, setelah jasad Faraj yang terluka di kepala berhasil ditarik dari reruntuhan,” kata Elsy Moufarrej, perwakilan serikat jurnalis Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa militer Israel mencegah upaya penyelamatan dengan menembak granat suara dan peluru tajam ke arah ambulans. Hal ini diperkuat oleh pernyataan pejabat militer Lebanon dan kelompok advokasi pers. Akibatnya, Khalil tidak bisa dievakuasi tepat waktu, dan ditemukan meninggal setelah tim pertahanan sipil menarik jasadnya dari reruntuhan.
Pernyataan Pihak Israel
Sebelum kematian Khalil dikonfirmasi, militer Israel menyatakan bahwa dua jurnalis terluka dalam serangan tersebut, meskipun menyangkal menghalangi evakuasi. Mereka juga menjelaskan bahwa kendaraan yang menyerang merupakan bagian dari struktur militer Hizbullah dan melintasi garis pertahanan depan, istilah untuk zona yang saat ini diduduki pasukan mereka. Menurut mereka, kendaraan itu mendekati pasukan dengan cara yang membahayakan keselamatan, sehingga diserang.
Sebelumnya, pada Maret lalu, serangan udara Israel menewaskan tiga jurnalis, dengan satu di antaranya dianggap sebagai target. Konflik yang berlangsung memperparah kerusakan, dengan lebih dari 2.400 korban tewas sejak ofensif Israel dimulai sebagai respons terhadap serangan roket Hizbullah ke wilayah utara Israel.
Konteks Serangan Terkini
Media pemerintah Lebanon melaporkan bahwa dua orang tewas dalam serangan pertama terhadap kendaraan, meski identitasnya belum terkonfirmasi secara independen. Meski demikian, Israel menegaskan tidak menargetkan jurnalis, meski insiden ini menunjukkan risiko yang terus mengancam para peliput di tengah perang yang belum berakhir.