Topics Covered: Kaposwil PRR apresiasi solidaritas daerah bantu pemulihan Aceh
Kaposwil PRR apresiasi solidaritas daerah bantu pemulihan Aceh
Jakarta – Safrizal Zakaria Ali, Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh berbagai wilayah. Ia menegaskan bahwa partisipasi dari berbagai pihak sangat penting dalam mempercepat pemulihan daerah terkena bencana di Aceh. “Solidaritas lintas daerah menjadi bagian dari upaya membangun kembali Aceh,” ujar Safrizal dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.
Kunjungan kerja dan peran Safrizal
Pada kesempatan tersebut, Safrizal mendampingi Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian, selama kunjungan ke Kota Banda Aceh. Ia ikut serta dalam berbagai agenda, termasuk penguatan visi tata kota, distribusi hibah antar daerah, serta pemberian bantuan fasilitas umum untuk masyarakat Aceh. Safrizal mengatakan bahwa langkah-langkah ini bertujuan memastikan proses pemulihan berjalan secara terorganisir.
Pembangunan kota dan arahan Tito
Dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Komwil I) APEKSI di Banda Aceh, Tito Karnavian menekankan pentingnya perencanaan matang dalam pembangunan perkotaan. “Kota yang baik dibentuk melalui desain yang sistematis, bukan pertumbuhan alami tanpa arahan,” papar Tito di hadapan para wali kota se-Sumatra. Menurutnya, desain kota harus dipertimbangkan secara cermat agar tumbuh secara teratur.
Bantuan keuangan dari Sumut
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, delapan kabupaten/kota di Sumatera Utara memberikan bantuan keuangan senilai Rp260 miliar. Bantuan ini dialokasikan untuk delapan daerah yang terdampak bencana di Aceh. Safrizal menyebutkan bahwa sumbangan tersebut mencerminkan semangat gotong royong daerah dalam mendukung kegiatan rekonstruksi.
Penyerahan bantuan ke Masjid Baiturrahman
Setelah selesai mengikuti rapat, Safrizal bersama Tito menuju Masjid Raya Baiturrahman. Di sana, mereka menyerahkan satu unit mobil operasional Toyota Hiace kepada pengelola masjid. Bantuan ini diberikan untuk memperkuat fasilitas publik yang memiliki nilai sejarah dan menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat Aceh. Tito berharap dukungan ini bisa membantu pengelolaan masjid lebih efisien, baik dalam melayani jemaah maupun tamu.
Kunjungan berakhir di kawasan Aceh
Sebagai penutup, Tito Karnavian memulai perjalanan ke kawasan tengah Aceh. Aktivitas ini ditutup dengan pemberian bantuan yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak. Safrizal menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut adalah bagian dari komitmen Satgas PRR dalam membangun Aceh kembali secara bertahap.
“Kota yang bagus itu yang dibangun dengan desain, bukan yang tumbuh semau-maunya. Di atas desain itulah pertumbuhan dan perkembangan kota diatur secara sistematis. Desain ini harus diatur dengan baik, tidak boleh asal-asalan,”