What Happened During: Ketat, persaingan lolos UTBK-SNBT Universitas Brawijaya capai 1:11,5

Ketat, persaingan lolos UTBK-SNBT Universitas Brawijaya capai 1:11,5

Universitas Brawijaya (UB) menghadapi persaingan sengit dalam seleksi melalui jalur UTBK-SNBT 2026. Perbandingan antara jumlah pendaftar dan kuota yang tersedia mencapai 1:11,5. Dengan 66.412 orang memilih UB sebagai pilihan pertama, kedua, ketiga, atau keempat, hanya 5.793 kursi yang dibuka melalui jalur ini.

Kuota dan distribusi penerimaan

Prof Imam Santoso, Wakil Rektor UB, menyebutkan total kuota mahasiswa baru 2026/2027 sekitar 18.800. Komposisi kuota terdiri dari 20% melalui SNBP, 30% melalui SNBT (jalur undangan), dan 50% melalui jalur mandiri. Pada sesi ujian pertama, sekitar 40 peserta absen, sehingga kehadiran mencapai 97,4 persen.

“Pada pelaksanaan sesi pertama ini menunjukkan antusiasme peserta yang cukup tinggi. Sampai sekarang juga belum ditemukan hal-hal yang mencurigakan dari peserta, karena pengawasan dilakukan sangat ketat,” ujar Prof Imam Santoso.

Pengawasan dan persiapan infrastruktur

UB memperketat pengawasan ujian dengan menggabungkan pengawas langsung dan teknologi. Pemeriksaan fisik peserta melibatkan penggunaan metal detektor serta pengecekan aksesori seperti kacamata, earphone, dan perlengkapan lain yang bisa disalahgunakan. Jaringan ujian dirancang tertutup untuk mencegah gangguan eksternal.

Untuk memastikan keberlanjutan proses, UB mengerahkan 455 personel, termasuk pengawas, teknisi, tim penanggung jawab lokasi, dan anggota Teknologi Informasi (TI). Selain itu, sembilan tim monitoring dan evaluasi diterjunkan guna memantau seluruh aktivitas ujian. Pelaksanaan ujian berlangsung selama enam hari, 21 hingga 26 April 2026, dalam 11 sesi.

Infrastruktur dan fasilitas

UB menyediakan 67 ruang ujian yang tersebar di 16 fakultas serta Laboratorium Komputer Direktorat Teknologi Informasi. Dukungan teknis mencakup 1.540 komputer dengan tambahan 10 persen perangkat cadangan. Semua titik ujian dilengkapi komputer, CCTV, serta sistem cadangan listrik berupa UPS dan genset.

“Kami ingin memastikan ujian berjalan tanpa gangguan. Semua sistem sudah diuji, termasuk jaringan yang stabil untuk ribuan peserta,” tambah Prof Imam Santoso.

Fasilitas untuk peserta difabel

Dari total 16.225 peserta UTBK-SNBT, 13 orang di antaranya adalah penyandang disabilitas, yaitu enam tunarungu, tiga tunadaksa, dan empat tunanetra. UB memastikan setiap peserta mendapatkan fasilitas sesuai kebutuhan. Peserta difabel ditempatkan di ruang khusus yang lebih mudah diakses dan diawasi.

“Seluruh peserta difabel dapat mengikuti ujian dengan baik. Fasilitas pendukung sudah disiapkan, sehingga mereka bisa mengerjakan secara mandiri tanpa pendamping,” kata Arif Hidayat, Koordinator Pelaksana UTBK UB.

Jumlah peserta difabel tahun ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 16 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *