Announced: RI harapkan gencatan Israel-Lebanon akhiri perang secara permanen
RI Berharap Gencatan Senjata Israel-Lebanon Berhasil Menyudahi Perang Secara Permanen
Jakarta – Pemerintah Indonesia menyambut baik pencapaian gencatan senjata antara Lebanon dan Israel, dengan harapan langkah tersebut mendorong kesepakatan perdamaian yang bertahan lama. Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengungkapkan bahwa Indonesia terus memantau perkembangan perundingan antara kedua pihak. “Kami berharap perundingan ini mampu menghasilkan gencatan senjata permanen,” jelas Nabyl dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Komitmen Indonesia untuk Mencegah Kerusakan Lebih Lanjut
Nabyl menekankan bahwa Indonesia menginginkan langkah konkret dan segera dari kedua belah pihak untuk mengurangi korban yang terus terjadi serta menjaga kondisi kemanusiaan di Lebanon. Pemerintah RI juga mendorong semua pihak tetap mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip hukum humaniter, serta menjaga keamanan bagi penduduk sipil. “Semua pihak harus menahan diri secara maksimal dan menghormati kedaulatan negara,” tambahnya.
Kesepakatan Gencatan Senjata Setelah Mediasi AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari, mulai Kamis (16/4) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4) pukul 02.00 WIB. Kesepakatan ini ditandatangani setelah negosiasi antara delegasi kedua negara di Washington DC, Selasa (14/4), dengan bantuan mediasi dari AS.
Pembicaraan PBB dan Peran Hizbullah
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik upaya mencapai perdamaian, tetapi menegaskan perlunya Hizbullah mematuhi gencatan senjata tersebut. Di sisi lain, wakil Hizbullah di parlemen Lebanon, Hassan Fadlallah, menyatakan bahwa gencatan senjata 10 hari hanya merupakan awal dari perjuangan untuk membebaskan Lebanon sepenuhnya. Gerakan Hizbullah mendukung kesepakatan, tetapi tetap menuntut penghentian total permusuhan, penarikan Israel dari wilayah Lebanon, pemulihan warga sipil, serta langkah-langkah rekonstruksi.
“Gencatan senjata ini adalah langkah penting, tetapi tujuan utama kami adalah pembebasan penuh Lebanon,” ujar Fadlallah.