Main Agenda: Iran tolak negosiasi dengan AS bila di bawah ancaman
Iran Tolak Negosiasi dengan AS Bila Di Bawah Ancaman
Washington, Iran menolak melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) jika masih dalam kondisi terancam, menurut pernyataan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, Senin (20/4). Sebagai bagian dari perundingan yang sedang berlangsung, Ghalibaf mengkritik keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menerapkan blokade di Selat Hormuz, yang dianggap Teheran sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sedang rapuh.
Pernyataan Ghalibaf tentang Ancaman dan Perundingan
Dalam wawancara via platform X, Ghalibaf menyatakan bahwa Trump menggunakan ancaman untuk mengubah perundingan menjadi “meja penyerahan diri atau membenarkan kembali perang.” Ia juga menegaskan bahwa Iran telah menyiapkan opsi militer baru jika gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan berakhir pekan ini.
“Trump berusaha memanipulasi situasi dengan ancaman, sehingga mengubah suasana perundingan menjadi bentuk penyerahan diri atau memulai konflik kembali,” tulis Ghalibaf.
Blokade AS dan Tuntutan Iran
Trump, Minggu (19/4), mengumumkan bahwa perwakilan AS akan terbang ke Islamabad untuk berdiskusi. Namun, Teheran belum secara resmi menyatakan partisipasi dalam pertemuan tersebut dan menuntut pencabutan blokade. Langkah AS mempertahankan penghalangan angkatan laut terhadap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran terus berlangsung sejak pekan lalu, yang dinilai Teheran sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Peringatan Trump dan Kekhawatiran Pasar
Pernyataan Trump juga menambah kekhawatiran pasar sebelum gencatan senjata berakhir pada Selasa malam waktu Washington. Ia memperingatkan bahwa AS akan menargetkan infrastruktur Iran jika Teheran tidak memenuhi persyaratan Washington. Kekhawatiran terkait pengiriman bahan bakar meningkat setelah Iran, yang pada Jumat mengumumkan Selat Hormuz kembali dibuka, membatasi kembali pergerakan kapal di perairan strategis tersebut.
Kontak Pertama dengan Pakistan
Sebelumnya, Pakistan menjadi tempat pertemuan tingkat tinggi pertama antara AS dan Iran pada 11–12 April, yang merupakan komunikasi awal sejak hubungan diplomatik kedua negara terputus pada 1979. Meski begitu, perundingan tersebut berakhir tanpa capaian signifikan.