Main Agenda: Lebanon upayakan gencatan senjata permanen dengan Israel
Lebanon Mengusahakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel
Beirut, 17 April — Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi menyatakan negara tersebut sedang berupaya mencapai gencatan senjata tetap dengan Israel sebagai langkah untuk memulihkan keadaan yang stabil, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel di kota tersebut.
Dalam wawancara, Raggi menegaskan bahwa gencatan senjata abadi bertujuan memastikan keamanan penarikan pasukan Israel, memperluas otoritas Lebanon ke seluruh wilayahnya, serta menjamin pengendalian eksklusif atas senjata oleh negara. Ia juga menekankan pentingnya dukungan internasional yang berkelanjutan, khususnya dari Eropa, untuk memperkuat kemampuan militer Lebanon dan menjaga stabilitas wilayah.
“Proses ini menjadi peluang menciptakan solusi menyeluruh dan berkelanjutan guna meningkatkan kondisi keamanan serta mengakhiri konflik,” kata Rangel, yang menambahkan dukungan penuh Portugal terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Dalam masa 45 hari serangan Israel, data resmi mencatat lebih dari 2.196 korban tewas dan 7.185 orang terluka, sementara sejuta penduduk terpaksa mengungsi. Konflik antara Israel dan Lebanon dimulai pada Oktober 2023, dengan gencatan senjata diumumkan November tahun berikutnya. Namun, Israel tetap melanggar kesepakatan tersebut hampir setiap hari hingga memperluas serangan pada 2 Maret.
Lebih dari itu, Israel juga menguasai sebagian wilayah selatan Lebanon, menambah kompleksitas perang yang berlangsung. Trump, Presiden AS, pada Kamis (16/4) mengumumkan gencatan senjata 10 hari antara kedua pihak, yang menjadi langkah awal menuju perdamaian jangka panjang.