New Policy: Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa Tuai Kecaman
Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa Tuai Kecaman
Sejumlah pemukim Israel membawa bendera nasional mereka dan memasuki kompleks suci Al-Aqsa, yang dianggap sebagai tempat ibadah tertinggi bagi umat Muslim. Tindakan ini tidak hanya melibatkan penyerbuan, tetapi juga pengibaran bendera Israel di area yang memiliki makna spiritual luar biasa bagi komunitas Muslim. Aksi tersebut menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak.
Kecaman dari Berbagai Pihak atas Aksi Pemukim Israel
Otoritas Wakaf Islam di Yerusalem menganggap penyerbuan oleh pemukim Israel sebagai pelanggaran terhadap status quo yang sudah berlangsung lama di kompleks tersebut. Kecaman juga datang dari Pakistan dan Qatar, yang mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap kekudusan tempat suci.
“Tindakan tercela ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, serta terhadap kesucian dan kekebalan tempat suci tersebut,”
demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Pakistan juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga kewajiban melindungi tempat-tempat suci di bawah pendudukan Israel dan mengakhiri kebebasan tindakan para pemukim ilegal yang didukung oleh kekuasaan Israel. Doha News menegaskan kembali penolakan tegas terhadap upaya mengubah identitas atau status Masjid Al-Aqsa, serta mendorong komunitas internasional untuk bertindak.
Izin Sepihak dari Israel
Sejak 2003, Kepolisian Israel memberlakukan izin masuk untuk pemukim Yahudi ke kompleks Al-Aqsa selama dua periode harian, yaitu salat subuh dan ashar, kecuali hari Jumat dan Sabtu. Hal ini terjadi dalam konteks peningkatan ketegangan di Tepi Barat, yang sejalan dengan Hari Kemerdekaan Israel. Momen ini juga mencerminkan perayaan Nakba oleh Palestina, yang memperkuat sensitivitas isu tersebut.
Kerja Sama dan Pembatasan Akses
Sebelumnya, Masjid Al-Aqsa ditutup selama 40 hari oleh Israel, seperti yang dilaporkan Al Jazeera. Video yang diverifikasi menunjukkan warga Palestina berbondong-bondong melewati gerbang pada 9 April, setelah akses dibatasi sejak perang Amerika Serikat-Israel di Iran pada 28 Februari. Departemen Wakaf Islam mengatakan pintu Al-Aqsa akan kembali dibuka untuk umat beriman pada subuh, tetapi otoritas keagamaan Yordania tidak memberikan penjelasan tambahan.
Israel juga mengumumkan rencana pembukaan masjid dan Gereja Makam Suci di Yerusalem Timur pada Rabu (8/4) malam. Polisi Israel menyebut keputusan ini sebagai instruksi terbaru dari Komando Pertahanan Dalam Negeri. Langkah ini diperkuat oleh peningkatan keamanan, termasuk penambahan ratusan petugas dan penjaga di area tersebut.
Dalam gencatan senjata dua minggu terakhir, jemaah Muslim tetap beribadah di Al-Aqsa, yang juga dikenal sebagai Bukit Bait Suci oleh umat Yahudi. Situasi ini memperlihatkan ketegangan yang terus-menerus menghiasi hubungan antara Israel dan Palestina di wilayah suci tersebut.